Kubu Prabowo-Gibran Mengeklaim Pihak AMIN Yang mengubah Format Debat Cawapres

Kubu Prabowo-Gibran Mengeklaim Pihak AMIN Yang mengubah Format Debat Cawapres
Anies-Muhaimin dan Prabowo -Gibran. (Foto: Ig @cakiminow)

SUARARAKYATINDO.COM- Kubu Prabowo-Gibran Rakabuming diduga Pihaknya Menuduh pihak AMIN yang menjadi penyebab KPU ubah format debat cawapres.

Seperti diketahui format debat cawapres di Pilpres 2024 bakal berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. KPU rupanya sudah mengubah debat cawapres Pilpres 2024 dengan format yang baru.

Perubahan ini sontak menjadi pro dan kontra antar kubu paslon. Terbaru kubu Prabowo-Gibran terang-terangan menyebut pihak AMIN sebagai penyebab KPU mengubah format debat tersebut.

Lantas bagaimana tanggapan Anies Baswedan atas tuduhan tersebut?

Awalnya, Anies ditanya terkait format debat yang berubah, kini tidak ada sesi khusus untuk cawapres. “Saya sudah komentar kemarin. Kita tunggu saja,” kata Anies.

Lalu, Anies ditanya mengenai kabar bahwa Tim AMIN-lah yang meminta agar format itu diubah. “Ya nanti KPU aja yang komentar,” ujarnya singkat.

Diketahui, tim Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming menyebut beda format debat cawapres ini bermula dari usulan kubu Anies Baswedan.

Usulan ini disebutkan diusulkan dalam rapat KPU dengan perwakilan ketiga paslon di kantor KPU, 29 November 2023 kemarin.

AMIN disebut mengusulkan agar capres dan cawapres hadir bersama di setiap sesi debat. Adapun untuk porsi waktu berbicara akan ditentukan KPU saat debat berlangsung.

KPU Klaim Tak Hapus Debat Cawapres

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI membantah menghapus debat Calon Wakil Presiden (Cawapres) pada Pilpres 2024.

Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari meluruskan bahwa yang terjadi adalah mengubah format debat Pilpres 2024. Di mana nantinya Cawapres akan didampingi calon presiden (capres) saat menggelar debat.

Pada agenda debat cawapres, cawapres tetap menjadi aktor utama debat, meski capres menyertainya di panggung. Begitu pun sebaliknya.

Sehingga saat debat Cawapres, Muhaimin Iskandar akan ditemani Anies Baswedan, kemudian Gibran Rakabuming akan ditemani Prabowo Subianto, dan Mahfud MD akan ditemani oleh Ganjar Pranowo.

Dikutip dari Kompas.com pada Minggu (3/12/2023) Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari menegaskan pihaknya tak mungkin meniadakan debat cawapres.

Sebab, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu (UU Pemilu) mengharuskan tiga kali debat capres dan dua kali debat cawapres.

Ia mengungkapkan, format debat ini diubah supaya pemilih dapat melihat sejauh mana kerja sama masing-masing capres-cawapres dalam penampilan debat.

“Sehingga kemudian supaya publik makin yakinlah teamwork (kerja sama) antara capres dan cawapres dalam penampilan di debat,” kata Hasyim.

Selain itu Komisioner KPU RI Idham Holik juga membantah bahwa pihaknya meniadakan debat capres maupun debat cawapres. “Justru KPU menampilkan yang lebih baik agar masyarakat mendapatkan informasi yang jauh lebih utuh.

“Justru KPU menampilkan yang lebih baik agar masyarakat mendapatkan informasi yang jauh lebih utuh.

Jadi di setiap debat itu, tergantung pada, debat kali ini untuk debat siapa? Kalau itu debatnya capres, maka aktor utamanya capres.

Kalau debat cawapres, maka aktor utamanya adalah cawapres,” kata Idham, kemarin.

Kata Idham, debat kali ini tidak dipisahkan sebab Capres dan Cawapres merupakan calon Dwitunggal.

“Kita mesti ingat, yang namanya calon presiden dan calon wakil presiden itu adalah calon dwitunggal,” lanjut dia.

Idham menambahkan, konsep debat yang sejauh ini diberitakan masih berupa rencana hasil rapat dengan tim pasangan capres-cawapres pada Rabu (29/11/2023).

Rencana konsep itu akan dimatangkan dalam rapat lanjutan beberapa waktu ke depan bersama tim pasangan capres-cawapres.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah menetapkan jadwal debat calon presiden dan wakil presiden jelang Pemilu 2024.

Tinggalkan Balasan