SUARARAKYATINDO.COM- Anas Urbaningrum terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) periode 2023-2028.
Anas, yang pernah menjadi Ketua Umum Partai Demokrat, menegaskan bahwa jabatannya sebagai ketua umum tak lantas menjadikannya sebagai yang tertinggi atau terbaik di PKN.
Anas bakal bicara soal pernyataan siap digantung di Monas saat kasus korupsi Hambalang bergulir.
“Anas mengambil tempat di Monas untuk berpidato karena dia pernah berjanji siap digantung di situ jika terbukti mengambil uang proyek Hambalang,” kata Bendahara Umum PKN, Mirwan Amir, Sabtu (15/7/2023).
Anas sendiri telah didapuk sebagai Ketum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) dan dikukuhkan secara resmi pada Musyawarah Luar Biasa (Munaslub) PKN yang berakhir pada Jumat, 14 Juli 2023 lalu menggantikan Gede Pasek Suardika.
Menurut Mirwan, dalam pidatonya Anas juga akan mengungkapkan kasus korupsi pembangunan wisma atlet Hambalang. Diketahui Anas mendekam di penjara karena dijatuhi vonis 8 tahun penjara atas kasus tersebut.
“Ia akan membeberkan kasus itu untuk membuktikan dia tidak bersalah. Anas bebas murni pada 10 Juli lalu setelah mendekam di bui, berdasarkan vonis 8 tahun atas kesalahannya dalam kasus korupsi pembangunan wisma atlet Hambalang,” jelas Amir.
Diketahui, Ketua Umum PKN sebelumnya Gede Pasek Suardika berharap Anas Urbaningrum akan menyampaikan pidato politik sebagai ketua umum baru pada Sabtu, 15/07/2023 mendatang.
“Tapi 15 (Juli) saya harapkan beliau sudah pidato sebagai ketua umum (PKN) yang baru,” kata Gede Pasek di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 13 Juli 2023.
Namun, Gede Pasek enggan membeberkan terkait pidato apa yang nantinya akan disampaikan oleh mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu. Dia hanya menegaskan bahwa dirinya menyerahkan secara tulus dan ikhlas posisinya sebagai Ketua Umum PKN kepada Anas Urbaningrum.
“Agar beliau punya tempat, standing untuk memperjuangkan yang selama ini beliau sampaikan,” ujarnya.













