Menu

Mode Gelap
Genggong Go Green ke-7, Gerakan Moral Bersepeda untuk Efisiensi Energi Modafinil Online Doctor: Revolutionizing Access To Cognitive Enhancement Unraveling Lizzy Murder Drone Cases and Practical Safety Guidance for Residents Murder Drones Characters Meet the Cast of the Dark Animated Series and Their Roles Knights of Guinevere Character Sheets with Hero Profiles and Ability Guides Knights of Guinevere Character Sheets with Hero Profiles and Ability Guides

Nasional

MK Abaikan Tuduhan Nepotisme Jokowi, Begini Tanggapan Jubir AMIN

badge-check


					Mahkamah Konstitusi. (Foto: Antara) Perbesar

Mahkamah Konstitusi. (Foto: Antara)

SUARARAKYATINDO.COM – Mahkamah Konsitusi (MK) menilai tudingan dinasti politik Jokowi tidak terbukti. Sehingga, sikap lembaga itu kini menuai kritik.

Juru Bicara Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin), Muhammad Said Didu menyebut MK saat ini melegalkan politik dinasti Jokowi. Menanggapi ditolaknya permohonan kubu 01 dan 03 di sengketa Pilpres 2024.

“MK akhirnya melegalkan politik dinasti,” tulisnya dikutip Suararakyatindo.com dari unggahannya di X, Senin (22/4/2024).

Didu berspekulasi, para hakim MK telah menganggap keinginan Jokowi dalam membangun politik dinasti adalah sebuah kebenaran.

“Bagi hakim @officialMKRI, keinginan dan tindakan kebenaran,” ujarnya.

Di dalam putusan MK terkait sengketa Pilpres, MK menganggap nepotisme tidak terbukti karena Anwar Usman, mantan Ketua MK memutus perkara terkait gugatan batas usia mininum, yang belakangan jadi pintu masuk Gibran sebagai Cawapres.

Putusan Majelis Kehormatan MK yang telah dijatuhkan pada Anwar Usman, yang merupkan paman Gibran, dinilai tak bisa membuktikan adanya nepotimsex.

Itu dibacakan hakim MK Arief Hidayat saat membacakan pertimbangan Mahkamah dalam sidang pengucapan putusan PHPU Pilpres 2024 di Ruang Sidang Pleno MK, Gedung MK RI.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polda Metro Jaya Kantongi Inisial Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Diduga Lebih dari Empat Orang

18 Maret 2026 - 20:24 WIB

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI

14 Maret 2026 - 13:00 WIB

Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Ditahan KPK dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2023–2024

13 Maret 2026 - 13:56 WIB

BGN Hentikan Ratusan Unit SPPG di Jawa Timur, Ini Alasannya

12 Maret 2026 - 13:31 WIB

Pemohon Uji Materi: Anggaran Pendidikan 2026 Jangan Sekadar Naik Angka, Substansinya Tergerus

20 Februari 2026 - 21:53 WIB

Trending di Nasional
error: