Daerah  

Mobil Dinas di Probolinggo Bergoyang, Ini Kata Bupati LIRA

Mobil Dinas di Probolinggo Bergoyang, Ini Kata Bupati LIRA
Dua muda-mudi dibawa ke kantor Satpol PP Kota Probolinggo Saat memakai mobil dinas di Probolinggo. (Foto: Istimewa)

SUARARAKYATINDO.COM, Probolinggo – Bupati Lira Probolinggo Samsudin, mendesak Kristiani Ruliani dicopot dari jabatan Kepala DPMPTSP. Penyalahgunaan mobil Dinas di Probolinggo merupakan bentuk korupsi.

Pegiat antikorupsi itu, Samsudin meminta hal tersebut harus segera ditindaklanjuti dan disanksi oleh Wakil Bupati Probolinggo, A. Timbul Prihanjoko agar menjadi pelajaran bagi seluruh pemegang kendaraan Mobil dinas di Probolinggo.

Pasalnya, pemegang kendaraan dinas yang seluruh perawatan dan sebagainya tidak menggunakan anggaran pribadi itu harus lebih cermat dalam pemanfaatannya. Terlebih lagi malah menggunakannya bukan untuk kepentingan kedinasan.

“Saya rasa Pemkab Probolinggo harus segara memberikan sanksi kepada yang bersangkutan, baik itu salah ataupun tidak. Karena kendaraan yang seharusnya digunakan buat dinas malah dipakai anaknya hingga terjadi penggerebekan oleh Satpol PP,” kata Bupati LIRA Probolinggo, Samsudin, Rabu (11/1/2023).

Ditambah dugaan asusila T, putri Kepala DPMPTSP Kabupaten Probolinggo. Di sana, warga dan petugas Satpol mengamankan T dan teman laki-lakinya asal Kota Probolinggo di Jalan Panjaitan.

Ia pun menganggap pernyataan pemerintah Kabupaten Probolinggo lucu. Dimana Asisten 1 Pemerintahan dan Kesra Heri Sulistyanto mengatakan, tidak ada tindakan asusila dalam grebek itu. Apalagi Kristiani juga menyebut anaknya membawa mobil untuk membeli perlengkapan sekolah.

Lebih lanjut, Samsuddin mengatakan nantinya ada alibi dari beberapa jika dalam penggerebekan itu tidak ada perbuatan asusila. Sebab, kata dia, hal itu bisa saja ditutupi mengingat yang terlibat atau menggunakan mobdin tersebut merupakan anak kandung kepala dinas.

“Ingat Satpol PP itu menggerebek karena ada aduan masyarakat, kalau masyarakat tidak curiga ada perbuatan tak senonoh tidak mungkin dilaporkan. Begitu juga jika Satpol PP tidak menemukan ada perbuatan tak senonoh, maka tidak mungkin mereka dan mobilnya dibawa,” katanya.

Bupati Lira Probolinggo ini berharap, agar Wakil Bupati Probolinggo segera memberikan sanksi kepada pemegang kendaraan dinas tersebut. Minimal, katanya, penarikan kendaraannya.

“Supaya tidak ada kejadian serupa di kemudian hari. Kejadian ini orang tua harus disalahkan, karena memberi kebebasan, masak anak kepala dinas tidak bisa menjaga nama baik orang tuanya sebagai kepala dinas, kan lucu,” ungkap pria kelahiran Kecamatan Tiris itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Selasa malam (04/1/2023) warga sekitar dan Satpol PP menggerebek sebuah mobil Fortuner dengan nopol N-1036-NP diamankan Satpol PP Kota Probolinggo, Jalan Panjaitan, Kelurahan Sukabumi. Setelah Satpol PP menerima aduan warga setempat dengan keberadaan mobil tersebut.

Setelah pedagang kaki lima dan warga mencurigai sebuah mobil merah lama diparkir di sekitar Jalan Panjaitan. Saat digrebek ternyata di dalamnya ada remaja berjenis kelamin berbeda.

Saat ditindaklanjuti, ternyata ada dua remaja di dalam mobil dengan plat merah itu, sedangkan kondisi lampu mobil mati dan mesinnya hidup. Sehingga untuk menghindari hal tak diinginkan, mobil dan dua muda-mudi itu dibawa ke kantor Satpol PP Kota Probolinggo.(*)

Tinggalkan Balasan