Menu

Mode Gelap
Kementerian Transmigrasi Perkuat Promosi Produk Unggulan Transmigrasi di Inacraft 2026 Tattoo and Piercing Shop Near Me in Austin Practical ways to boost home energy efficiency today Tabrakan Dua Innova di Jalur Pantura Paiton, Dosen UNUJA Meninggal Dunia Gus Mochammad Al-Fatih Kawal Normalisasi Sungai Opo-opo, Penanganan Banjir Mulai Dikerjakan BK DPRD Probolinggo Klarifikasi Video Prank Ultah Ketua DPRD, Muchlis: Ide dan Dana Diakui OB dan Pamdal

News

Modus Bantu Angkat Koper, Pemuda Asal Probolinggo Ditodong di Surabaya, Polisi Antar ke Pelabuhan

badge-check


					Seorang Pemuda asal Watu Wungkung Dringu, Kabupaten Probolinggo bernama Gilang (25) menjadi korban pemalakan oleh sekelompok orang di Surabaya. Perbesar

Seorang Pemuda asal Watu Wungkung Dringu, Kabupaten Probolinggo bernama Gilang (25) menjadi korban pemalakan oleh sekelompok orang di Surabaya.

Surabaya – Seorang pemuda warga Watuwungkuk Dringu, Kabupaten Probolinggo, Gilang (25) menjadi korban pemalakan oleh sekelompok orang tak dikenal sesaat setelah tiba di Terminal Bungurasih, Surabaya, pada Minggu (5/5/2025).

Uang bekal perjalanan Gilang sebesar Rp420.000 habis dirampas setelah ia ditodong dengan pisau oleh empat orang pelaku.

Peristiwa itu terjadi saat ia hendak melanjutkan perjalanan ke Balikpapan menggunakan kapal laut dari Pelabuhan Tanjung Perak.

Menurut keterangan, setibanya di terminal, Gilang dihampiri sejumlah pria berseragam biru-putih yang menawarkan bantuan membawa koper miliknya ke sebuah mobil.

Namun niat tersebut berubah menjadi aksi pemerasan. Salah satu pelaku meminta ongkos sebesar Rp30.000, kemudian dua pelaku lainnya datang dan memaksa Gilang menyerahkan seluruh uangnya sambil mengancam menggunakan pisau.

Beruntung, setelah kejadian, Gilang bertemu dengan seorang anggota polisi di pinggir jalan.

Ia menceritakan apa yang terjadi, dan polisi tersebut langsung mengambil tindakan dengan mengantar Gilang ke Pelabuhan Tanjung Perak agar tetap bisa melanjutkan perjalanan sesuai tiket kapal PELNI yang telah dibelinya.

Namun, karena tidak lagi memiliki uang saku untuk kebutuhan selama perjalanan, Gilang akhirnya memutuskan untuk pulang kembali ke kampung halamannya di Probolinggo.

“Untung ketemu pak polisi. Kalau nggak, saya nggak tahu harus gimana,” ujar Gilang, Selasa (6/5).

Peristiwa ini menjadi sorotan dan pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran bantuan dari orang tak dikenal di area publik seperti terminal maupun pelabuhan.

Pihak berwajib diharapkan segera melakukan patroli rutin untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Usai Difitnah, Sekjen Organisasi Mahasiswa Laporkan Pelaku ke Polres Metro Jakarta Selatan

29 Januari 2026 - 22:52 WIB

Ormas Lakukan Tindakan Premanisme, ALMA Desak Polisi Usut Pengusiran Nenek di Surabaya

24 Desember 2025 - 23:36 WIB

Temui Puan Maharani, Aspirasi Kiai Kampung Dijanjikan Masuk Agenda Transformasi DPR

5 September 2025 - 17:13 WIB

Gelombang Protes Kasus Affan Kurniawan Meluas, Ribuan Massa Bakar Fasilitas di Polda DIY

29 Agustus 2025 - 22:56 WIB

Prabowo Hormati KPK OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer

22 Agustus 2025 - 10:12 WIB

Trending di News
error: