Menu

Mode Gelap
Best Gold IRA Companies of 2020 Understanding 401k Rollover Gold: A Secure Investment For Retirement Understanding Gold IRA Accounts: A Complete Information Pemkab Probolinggo dan MUI Bahas Fatwa Penagihan Kredit Bermasalah, Tegaskan Larangan Penarikan Kendaraan di Jalan Bus Rombongan Jemaah Haji Probolinggo Alami Kecelakaan di Madinah Advancements in Treasured Metals IRAs: A Comprehensive Guide To Investing Correctly

Daerah

PBNU Kecam Keras Tayangan Trans7 yang Dinilai Lecehkan Dunia Pesantren

badge-check


					Ketua Umum PBNU Gus Yahya Kecamatan Keras Tayangan Trans7 Perbesar

Ketua Umum PBNU Gus Yahya Kecamatan Keras Tayangan Trans7

SUARARAKYATINDO.COM, JAKARTA — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan protes keras terhadap tayangan program Expose Uncensored di Trans7 yang ditayangkan pada Senin (13/10/2025). Tayangan tersebut dianggap melecehkan pesantren dan tokoh-tokoh ulama yang selama ini menjadi panutan masyarakat.

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menegaskan bahwa konten dalam program tersebut telah melampaui batas kewajaran dunia jurnalistik. Ia menilai tayangan itu tidak hanya menyalahi etika media, tetapi juga menyerang nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh pesantren.

“Isi tayangan Trans7 itu secara terang-terangan menghina pesantren, juga tokoh-tokoh pesantren yang sangat dimuliakan oleh Nahdlatul Ulama,” ujar Gus Yahya saat konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (14/10/2025).

Menurutnya, pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan Islam, tetapi juga benteng moral dan peradaban bangsa yang selama ini berperan besar dalam mencetak generasi berakhlak. Karena itu, pelecehan terhadap pesantren sama artinya dengan merendahkan kehormatan umat.

“Tayangan seperti itu berpotensi memecah harmoni sosial dan menimbulkan kemarahan di kalangan warga pesantren serta masyarakat Nahdliyin,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, PBNU menuntut pihak Trans7 dan induknya, Trans Corporation, untuk bertanggung jawab atas dampak sosial yang muncul akibat penayangan tersebut. PBNU juga telah menugaskan tim hukum untuk mempersiapkan langkah-langkah penegakan hukum.

“Lembaga hukum PBNU akan mengambil tindakan sesuai koridor hukum agar masalah ini diselesaikan dengan adil dan bermartabat,” kata Gus Yahya.

Meski menyayangkan insiden tersebut, Gus Yahya mengimbau kepada para kiai, santri, dan warga NU agar tetap tenang dan tidak terprovokasi. Ia mengingatkan bahwa pelayanan dan pengabdian kepada umat tidak boleh surut hanya karena ada pihak-pihak yang tidak menyukai nilai-nilai pesantren.

“Kita tidak boleh kehilangan semangat berkhidmah. Pengabdian kita tidak didorong oleh pujian atau terima kasih, tetapi semata-mata karena mencari ridha Allah,” tuturnya.

Gus Yahya menutup pernyataannya dengan ajakan untuk terus memperbaiki diri dan memperkuat kiprah pesantren dalam membangun bangsa. “Mari kita jadikan peristiwa ini sebagai momentum untuk berbenah, memperkuat khidmah kita bagi agama, masyarakat, dan negara,” pungkasnya

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wali Kota Absen, Rapat Paripurna LKPJ DPRD Kota Probolinggo Dijadwal Ulang

20 April 2026 - 18:35 WIB

Pemerintah Kota Probolinggo Wajibkan OPD Gunakan Air Mineral Lokal, DPRD Soroti Potensi Keberpihakan

Genggong Go Green ke-7, Gerakan Moral Bersepeda untuk Efisiensi Energi

19 April 2026 - 17:10 WIB

Genggong Go Green ke-7, Gerakan Moral Bersepeda untuk Efisiensi Energi

Ketua PC GP Ansor Kraksaan Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Aksi di Rumah Pribadi

19 April 2026 - 13:28 WIB

Ketua PC GP Ansor Kraksaan Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Aksi di Rumah Pribadi

Abd Wahid Resmi Jadi Sekretaris PC GP Ansor Kraksaan, Tegaskan Dipilih Lewat Pleno Sah

19 April 2026 - 10:53 WIB

Abd Wahid Resmi Jadi Sekretaris PC GP Ansor Kraksaan, Tegaskan Dipilih Lewat Pleno Sah

Komandan Banser Kraksaan Bantah Keterlibatan Organisasi dalam Aksi di Kediaman Ketua GP Ansor

19 April 2026 - 10:48 WIB

Komandan Banser Kraksaan Bantah Keterlibatan Organisasi dalam Aksi di Kediaman Ketua GP Ansor
Trending di Daerah
error: