Menu

Mode Gelap
Panduan Lengkap Bermain di 777slot untuk Memaksimalkan Bonus New Member Mamma Mia Cafe: Your Italian Escape in Every Cup and Plate Wamenperin Faisol Riza Gandeng DKC Garda Bangsa Probolinggo Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Banjir Opo-Opo Wamenperin H. Faisol Riza Sapa Korban Banjir Krejengan, Salurkan Bantuan Sembako Pascabanjir di Kec. Krejengan  Warga Opo-opo Cemas Dihantui Banjir, Sungai Dangkal Disorot, PUPR Probolinggo Dinilai Abai KRL Commuter Line Surabaya–Pasuruan Direncanakan Tembus Probolinggo, Dorong Konektivitas dan Ekonomi Jatim

Kesehatan

Pelayanan Buruk di Puskesmas dan RSUD, DPRD Fraksi PKB Probolinggo: Dinas Kesehatan Tak Fokus

badge-check


					Pelayanan Buruk di Puskesmas dan RSUD, DPRD Fraksi PKB Probolinggo: Dinas Kesehatan Tak Fokus Perbesar

Probolinggo – Buruknya pelayanan di sejumlah puskesmas dan RSUD di Kabupaten Probolinggo kembali menjadi sorotan. Kali ini, kritik tajam datang dari Anggota DPRD dari Fraksi PKB Kabupaten Probolinggo, Rendra Hadi Kusuma, yang juga mahasiswa S2 Kebijakan Publik Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya.

Menurut Rendra, akar persoalan terletak pada tidak fokusnya Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dalam menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya sebagai induk dari puskesmas dan RSUD. Ia menyebut, jika Dinas Kesehatan serius dan sungguh-sungguh memperbaiki sistem dan pelayanan, maka keluhan masyarakat bisa diminimalisir.

“Hari ini masyarakat lebih memilih berobat ke rumah sakit swasta dibanding RSUD, karena pelayanan di RSUD dan puskesmas dianggap ribet dan kurang memuaskan. Ini cerminan dari tidak optimalnya kinerja Dinkes,” tegas Rendra.

Ia juga menyoroti buruknya komunikasi antara tenaga kesehatan dengan pasien maupun keluarga pasien. Bahkan, menurutnya, tidak sedikit warga yang mengeluhkan diskriminasi pelayanan yang baru membaik jika ada intervensi dari pejabat atau wakil rakyat.

“Harusnya semua masyarakat Kabupaten Probolinggo mendapatkan pelayanan yang sama, tanpa tebang pilih. Tidak perlu menunggu ditelepon oleh anggota dewan atau bupati untuk bisa dilayani dengan baik,” tambahnya.

Rendra juga menyesalkan minimnya tindak lanjut dari pihak Dinas Kesehatan saat dilakukan komunikasi atau aduan. Ia menilai, respon yang diberikan terkesan hanya formalitas tanpa solusi konkret.

Fakta di Lapangan: Kurangnya Dokter dan Masalah BPJS

Dalam penelusurannya, Rendra menyebut masih banyak puskesmas dan RSUD yang kekurangan tenaga dokter, serta terjadi miskomunikasi terkait klaim BPJS Kesehatan yang berdampak pada proses pelayanan terhadap pasien.

“Kami temukan fakta yang cukup miris. Masih banyak masyarakat yang merasa kecewa dengan pelayanan puskesmas dan RSUD. Ini tidak boleh terus dibiarkan,” tegasnya.

Fungsi Pengawasan Akan Terus Diperkuat

Sebagai wakil rakyat, Rendra menegaskan bahwa DPRD akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo agar pelayanan kesehatan di daerah ini benar-benar membaik dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

“Kami akan kawal terus, agar Dinas Kesehatan benar-benar menjalankan tugas dan fungsinya. Pelayanan publik, apalagi di sektor kesehatan, tidak boleh asal-asalan,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Klinik NU Hadir di Sumbersari, Bupati Jember: Ini Langkah Nyata Bantu Pemerintah

8 Juni 2025 - 13:28 WIB

Puan Maharani Minta Pemerintah Waspada Lonjakan COVID-19, Dorong Penguatan Sistem Kesehatan dan Deteksi Dini

5 Juni 2025 - 06:31 WIB

Pemkab Probolinggo Siapkan Relokasi Puskesmas Suko, Wabup Fahmi Tinjau Langsung Lokasi Baru

28 Mei 2025 - 12:27 WIB

Luncurkan Dapur MBG untuk Santri, Gus Imin: Pesantren Tak Hanya Cetak Ulama, Tapi Juga Bangun Ketahanan Sosial

26 Mei 2025 - 21:16 WIB

Momentum HKG PKK 2025: Kolaborasi Pemkot Probolinggo dan Kader PKK Wujudkan Asta Cita

23 Mei 2025 - 20:59 WIB

Trending di Kesehatan
error: