SUARARAKYATINDO.COM – Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan pemerintah untuk bersikap sigap dan tidak lengah menyusul tren peningkatan kasus COVID-19 di Asia dan munculnya kembali kasus di Indonesia.
“Pemerintah harus memiliki sense of urgency yang tinggi. Lonjakan kasus di kawasan Asia tak boleh dianggap sepele,” kata Puan dalam pernyataan tertulis, Rabu (4/6/2025).
Ia mendorong pemerintah melakukan langkah konkret demi melindungi masyarakat, termasuk memperkuat ketahanan sistem kesehatan nasional. “Jika skenario terburuk terjadi, kita harus siap menghadapinya,” ujarnya.
Data terbaru Kementerian Kesehatan per 2 Juni 2025 mencatat adanya 7 kasus baru COVID-19, menambah jumlah total pasien menjadi 72 orang sepanjang tahun ini. Positivity rate pun meningkat menjadi 2,05 persen dari sebelumnya di bawah 1 persen.
Menanggapi situasi ini, Puan menekankan pentingnya peningkatan kapasitas testing, pelacakan, distribusi vaksin booster, serta edukasi publik yang intensif dan transparan.
“Deteksi dini adalah kunci. Pemeriksaan ketat di bandara internasional, khususnya dari negara dengan lonjakan kasus, harus kembali diberlakukan,” tegasnya.
Puan juga mengingatkan agar perwakilan Indonesia di luar negeri lebih sigap menangani laporan WNI yang terdampak lonjakan kasus di negara tempat tinggal mereka.
“Perwakilan RI harus proaktif menjadi garda terdepan perlindungan warga,” katanya.
Lebih lanjut, ia mendorong koordinasi erat lintas lembaga, termasuk Kemenlu, Kemenkes, dan Satgas COVID-19, demi memastikan perlindungan maksimal bagi masyarakat, baik di dalam maupun luar negeri.
“Kita tidak boleh mengulang kesalahan awal pandemi. Pengalaman 2020 harus jadi pelajaran penting untuk bergerak cepat sebelum terlambat,” tandas Puan.
Ia juga mengajak masyarakat tetap disiplin menjaga protokol kesehatan sembari mengimbau agar tidak panik, namun tetap waspada.






