Oleh: Saiful Mujani
Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur (pilgub) Provinsi Jawa Tengah masih sekitar 2 minggu lagi (27 November 2024). Di Provinsi terbesar ketiga nasional ini ada 2 pasangan calon yang bersaing untuk menjadi Gubernur-Wakil Gubernur, yakni pasangan Andika Perkasa – Hendrar Prihadi dan Ahmad Luthfi – Taj Yasin.
Bagaimana kecenderungan dukungan pemilih Jawa Tengah kepada dua pasangan tersebut? Bagaimana popularitas calon-calon tersebut di mata pemilih Jawa Tengah pada umumnya?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, SMRC melakukan survei terhadap pemilih di Provinsi Jawa Tengah. Wawancara lapangan dalam survei terakhir dilakukan pada 7-12 November 2024.
Metodologi
Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia di Provinsi Jawa Tengah yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.
Dalam survei ini jumlah sampel sebanyak 1210 orang. Sampel dipilih dengan metode multistage random sampling dengan jumlah proporsional. Toleransi kesalahan (margin of error) survei diperkirakan ±2.9% pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.
Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check), dan call back begitu wawancara selesai sebanyak 41% dari total sampel. Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.
Responden Asli dan Pengganti
Dalam survei ini, pertama-tama ditetapkan jumlah sampel awal sebanyak 1210 responden yang dipilih secara acak dengan metode stratified multistage random sampling. Dari target tersebut, yang berhasil diwawancarai sesuai pengacakan awal (responden asli) sebanyak 923 orang (76%).
Sebanyak 287 orang responden tidak bisa diwawancara dan/atau tidak dapat dipilih melalui prosedur pengacakan awal, yakni pengacakan tanpa pergantian unit di semua stage pemilihan sampel, karena alasan-alasan berikut:
Prosedur Penggantian Sampel
A. Prosedur penggantian primary sampled unit (psu):
Dalam kasus survei tidak dapat dilakukan di desa/kelurahan (psu) yang terpilih melalui pengacakan awal, misalnya karena tidak diperoleh izin survei dari desa/kelurahan, maka dipilih desa/kelurahan pengganti secara acak oleh statistician di tingkat pusat dan peneliti di lapangan kemudian melakukan survei di desa/kelurahan pengganti tersebut.
B. Prosedur penggantian secondary sampled unit (ssu)
Dalam kasus survei tidak dapat dilakukan di RT yang terpilih melalui pengacakan awal, misalnya karena tidak diperoleh izin survei dari Ketua RT, maka dipilih RT pengganti secara acak oleh peneliti di lapangan.
C. Prosedur penggantian ultimate sampled unit (responden):
Dalam kasus responden terpilih di RT terpilih tidak berhasil diwawancara (misalnya karena menolak, tidak berada di rumah ketika survei berlangsung, sakit, dll.), maka peneliti di lapangan mewawancarai responden pengganti yang profilnya sama atau sangat mirip dengan responden asli yang seharusnya diwawancara dilihat dari berbagai aspek demografis: gender, agama, suku-bangsa, kelompok umur, kelompok pendidikan, kelompok pekerjaan, kategori tempat tinggal, dan luas bangunan rumah.
Pembobotan Data
Agar tidak terjadi bias dalam estimasi hasil survei, maka dilakukan weighting (pembobotan) data dengan metode iterative proportional fitting sehingga proporsi demografi pada sampel kurang lebih sama dengan proporsi demografi populasi.
Pembobotan ini legitimate dilakukan, dan data yang telah dibobot ini yang kami gunakan dalam analisis.
Simulasi Kertas Suara
Seandainya pemilihan langsung GUBERNUR dan WAKIL GUBERNUR JAWA TENGAH dilaksanakan sekarang ini, siapa yang akan Ibu/Bapak pilih di antara pasangan calon GUBERNUR dan wakil GUBERNUR berikut?.. (%)
Simulasi kertas suara pasangan, Andika Perkasa – Hendrar Prihadi mendapat dukungan 50.4%, sementara bersaing ketat dengan Ahmad Luthfi – Taj Yasin yang mendapat dukungan 47%. Yang belum tahu sekitar 2.6%. Selisih suara kedua pasangan calon hanya 3.4%, tidak signifikan secara statistik (< 2 x moe).
Tren Pilihan kepada Calon Gubernur-Wakilu Gubernur
Seandainya pemilihan langsung GUBERNUR dan WAKIL GUBERNUR JAWA TENGAH dilaksanakan sekarang ini, siapa yang akan Ibu/Bapak pilih di antara pasangan calon GUBERNUR dan wakil GUBERNUR berikut?.. (%)
Dalam 3 kali survei 2 bulan terakhir, elektabilitas pasangan Andika Perkasa-Hendrar Prihadi menguat dari 36.6% pada September 2024 menjadi 48.1% di survei 17-22 Oktober 2024, kemudian menjadi 50.4% di survei terakhir pada 7-12 November 2024. Sementara itu dukungan untuk Ahmad Luthfi-Taj Yasin menurun dari 57.9% pada September 2024 menjadi 47.5% di Oktober 2024, dan menjadi 47% di survei terakhir pada 17-12 November 2024. Yang belum tahu menurun proporsinya dari 5.5% di September 2024 menjadi 2.6% di survei terakhir 17-12 November 2024.
Dalam rentang 2 bulan terlihat perubahan signifikan. Tapi dalam sebulan terakhir persaingan makin ketat, tidak terlihat perubahan signifikan secara statistik.
Popularitas Calon
Tahu atau pernah dengar nama-nama tokoh berikut sebelum sekarang ini? Jika tahu atau pernah dengar, apakah suka?…(%)
Yang tahu Andika Perkasa 71%, sementara Ahmad Luthfi 67%, Taj Yasin 45% dan Hendrar Prihadi 26%. Di antara 2 calon gubernur, tingkat disukai Andika Perkasa 94% dari yang tahu, sementara Ahmad Luthfi 90%.
Tren Popularitas Calon Gubernur
Tahu atau pernah dengar nama-nama tokoh berikut sebelum sekarang ini? Jika tahu atau pernah dengar, apakah suka?…(%)
Dalam 2 bulan terakhir kedikenalan Andika Perkasa menguat dari 60% pada September 2024 menjadi 71% di survei terakhir pada 7-12 November 2024. Sementara di periode yang sama kedikenalan Ahmad Luthfi cenderung stagnan di kisaran 67-69%. Tingkat penerimaan (disukai dari yang tahu) Andika Perkasa naik dari 87% pada September 2024 menjadi 94% di survei terakhir pada 7-12 November 2024, dan tingkat penerimaan Ahmad Lutfhi juga cenderung naik dari 86% menjadi 90%.
Dalam rentang 2 bulan, kuantitas dan kualitas popularitas Andika terlihat mengalami kenaikan signifikan, tapi dalam sebulan terakhir perubahnnya tidak signifikan secara statistik. Sementara popularitas Ahmad Luthfi dalam 2 bulan terakhir tidak banyak perubahan.
Di survei terakhir tingkat kedikenalan dan penerimaan Andika sekitar 4% di atas Ahmad Lutfhi.
Kesimpulan
Jika pemilihan gubernur-wakil gubernur Jawa Tengah diadakan ketika survei dilakukan pada 7–12 November 2024 , pasangan Andika Perkasa – Hendrar Prihadi mendapat dukungan 50.4%, bersaing ketat dengan Ahmad Luthfi – Taj Yasin yang mendapat dukungan 47%. Yang belum tahu sekitar 2.6%.
Perbedaan elektabilitas Andika-Hendi dan Luthfi-Taj Yasin (3.4%) tidak signifikan secara statistik (kurang dari 2 x moe 2.9%=5.8%). Karena itu, dukungan kepada kedua pasangan dapat dikatakan seimbang.
Dalam 3 kali survei 2 bulan terakhir, elektabilitas pasangan Andika perkasa-Hendrar Prihadi menguat dari 36.6% pada September 2024 menjadi 48.1% di survei 17-22 Oktober 2024, kemudian menjadi 50.4% di survei terakhir pada 7-12 November 2024.
Sementara itu dukungan untuk Ahmad Luthfi-Taj Yasin menurun dari 57.9% pada September 2024 menjadi 47.5% di Oktober 2024, dan menjadi 47% di survei terakhir pada 17-12 November 2024.
Yang belum tahu menurun proporsinya dari 5.5% di September 2024 menjadi 2.6% di survei terakhir 17-12 November 2024.
Dalam rentang 2 bulan terlihat perubahan signifikan. Tapi dalam sbulan terakhir persaingan makin ketat, tidak terlihat perubahan signifikan secara statistik.
Persaingan yang sangat ketat antara Andika Perkasa dan Ahmad luthfi di survei terakhir konsisten dengan popularitas keduanya yang juga sangat dekat. Dari sisi kuantitas, yang tahu Andika perkasa sekitar 71% dan Ahmad Luthfi 67%. Sementara dari sisi kualitas, tingkat penerimaan Andika sekitar 94% dan Ahmad luthfi 90%.
Kuantitas dan kualitas popularitas Andika terlihat mengalami kenaikan signifikan dalam 2 bulan terakhir. Sementara popularitas Ahmad Luthfi tidak banyak perubahannya.
Dukungan pemilih kepada masing-masing calon diperkirakan masih akan dinamis, tergantung kerja sosialisasi yang dilakukan masing-masing calon dan tim dalam 2 minggu ke depan hingga pilkada diadakan.





















