SUARARAKYATINDO.COM, Probolinggo – Pemerintah Kabupaten Probolinggo terus memperkuat langkah pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. Melalui Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo, kegiatan posyandu ternak kembali digelar di Desa Kedungsumur, Kecamatan Pakuniran, pada Senin (15/12/2025).
Pelaksanaan posyandu ternak ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Desa Kedungsumur, Baidawi Hasim, bersama seluruh perangkat desa. Kegiatan tersebut menjadi upaya konkret untuk menjaga kesehatan ternak, khususnya sapi, kambing, dan domba yang rentan terserang PMK.
Selain memberikan layanan kesehatan hewan, posyandu ternak juga dimanfaatkan sebagai media edukasi bagi para peternak agar lebih memahami pentingnya pencegahan penyakit secara berkesinambungan. Kegiatan ini melibatkan Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Diperta Kabupaten Probolinggo, drh. Nikolas Nuryulianto, Kepala UPT Pusat Kesehatan Hewan Aulia Khusumastutik, dokter penyelia wilayah Pakuniran drh. Adi, serta petugas kesehatan hewan lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 52 ekor sapi dan 3 ekor domba mendapatkan vaksinasi PMK. Petugas juga memberikan multivitamin serta obat cacing untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh ternak pascavaksinasi.
Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo, Arif Kurniadi, melalui Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet drh. Nikolas Nuryulianto menegaskan bahwa vaksinasi PMK harus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, terutama saat memasuki musim pancaroba yang rawan penyakit.
“Pengendalian PMK tidak cukup dilakukan satu kali. Vaksinasi harus terus dilaksanakan secara konsisten agar ternak terlindungi dan risiko penularan bisa ditekan,” jelasnya.
Selain vaksinasi dan pengobatan, petugas juga memberikan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada para peternak di Desa Kedungsumur. Edukasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran peternak tentang pentingnya vaksinasi PMK pada ternak yang masih dalam kondisi sehat.
Menurut drh. Nikolas, salah satu kendala utama pengendalian PMK adalah masih adanya ternak sehat yang belum divaksin. Padahal, vaksinasi sebelum ternak terinfeksi merupakan langkah paling efektif untuk memutus rantai penyebaran penyakit. “Selama masih ada ternak sehat yang tidak divaksin, PMK akan sulit diberantas. Pencegahan harus dilakukan sebelum ternak sakit,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa upaya menjaga kesehatan ternak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif peternak. “Peternak perlu memperhatikan pemenuhan pakan yang cukup dan sesuai kebutuhan gizi agar ternak tetap sehat dan produktif,” pungkasnya.






