SUARARAKYATINDO.COM – Probolinggo, Sebagai bentuk komitmen nyata dalam menangani bencana lingkungan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelontorkan anggaran sebesar Rp 9 miliar untuk membangun struktur bronjong geotekstil di sejumlah titik rawan abrasi di Kabupaten Probolinggo.
Langkah cepat ini dilakukan menyusul kerusakan parah akibat banjir yang sempat menyebabkan ambruknya ruang kelas SDN Kalibuntu I, Kecamatan Kraksaan, awal tahun 2025 lalu.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA), Pemprov Jatim mengarahkan pembangunan bronjong di tiga aliran sungai besar, yakni Sungai Kertosono (1 titik), Sungai Kedunggaleng (6 titik), dan Sungai Laweyan (1 titik). Total panjang struktur mencapai 367 meter dengan tinggi antara 7 hingga 8 meter.

Pembangunan Sungai Bronjong wilayah Kecamatan Kraksaan. (Foto: Zeqi)
“Anggaran ini murni dari APBD 2025. Kami prioritaskan titik-titik darurat yang mengancam keselamatan warga dan fasilitas umum, termasuk sekolah,” kata Kepala Dinas PU SDA Jatim, Baju Trihaksoro, Minggu (23/6/2025).
Proyek ini tak hanya menyasar kawasan sekolah, tapi juga melindungi lahan pertanian produktif milik warga yang kerap tergenang air saat musim hujan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebelumnya turun langsung ke lokasi terdampak dan memerintahkan agar pembangunan dipercepat dan rampung sebelum musim hujan, maksimal pada Agustus 2025.
“Kita ingin memastikan keselamatan pelajar, guru, dan petani. Jangan sampai ada kejadian serupa yang menimbulkan korban,” ujar Khofifah.
Pekerjaan konstruksi dilakukan oleh rekanan yang ditunjuk secara resmi, dengan masa kerja 75 hari kalender, dan menggunakan material geotekstil untuk memperkuat struktur agar tahan terhadap erosi.













