Surabaya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur menggelar acara Halal Bihalal bersama Forkopimda Jawa Timur dan MUI kabupaten/kota pada Sabtu (10/5/2025) di Surabaya.
Selain mempererat silaturahmi, acara ini menjadi momen penting dengan peluncuran tiga program strategis untuk memperkuat peran ulama di masyarakat.
Ketua Umum MUI Jawa Timur, KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, dalam sambutannya, menekankan pentingnya peran ulama dalam membimbing umat.
“Program Pendidikan Kader Ulama (PKU) ini adalah yang pertama di Indonesia yang menggunakan sistem perkuliahan setara S1. Biasanya, program seperti ini hanya berbentuk pelatihan jangka pendek. Setiap MUI kabupaten/kota dapat merekomendasikan dua peserta setelah melalui seleksi administrasi dan kelayakan,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong itu.
Program PKU ini rencananya akan dilaksanakan di UIN Sunan Ampel Surabaya, dengan fasilitas asrama untuk para peserta.
“Biaya asrama satu tahun sebesar Rp8 juta, alhamdulillah berkat kepiawaian rektor UINSA, disubsidi Rp3,5 juta, sehingga tinggal Rp4,5 juta. Selain itu, MUI Jatim juga memberikan dukungan biaya sebesar Rp1 juta per bulan untuk peserta PKU,” jelasnya.
Selain PKU, MUI Jatim juga meluncurkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk mempercepat pertumbuhan industri halal. LSP ini akan menjadi penghubung penting antara standar halal dan dunia industri.
“MUI Jatim memiliki program Juru Sembelih Halal (Juleha) dengan lebih dari 1.600 anggota. Namun, tanpa sertifikasi, mereka tidak bisa masuk ke Rumah Pemotongan Hewan (RPH) atau Rumah Pemotongan Unggas (RPU). Karena itu, LSP akan menjalankan dua fungsi utama, yaitu pelatihan dan uji kompetensi,” tambahnya.
MUI Jatim juga memperkenalkan program “Halo MUI, Umat Bertanya MUI Menjawab” untuk memudahkan masyarakat berkonsultasi mengenai persoalan syariah secara langsung atau melalui kontak resmi MUI Jatim. Inisiatif ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara ulama dan umat.
Acara yang dihadiri berbagai tokoh agama, pejabat daerah, dan pengurus MUI ini diakhiri dengan doa bersama dan ramah tamah, memperkokoh ikatan silaturahmi di antara para peserta.













