Daerah  

Polres Probolinggo Musnahkan Ribuan Botol Miras, Narkoba dan Knalpot Brong

Polres Probolinggo musnahkan ribuan Narkoba, Miras dan Knalpot Brong hasil Operasi Pekat Semeru 2024, Rabu (3/4/2024). (Foto: Ist/Suararakyatindocom)

SUARARAKYATINDO.COM – Probolinggo, Polres Probolinggo melakukan pemusnahan ribuan barang bukti hasil ungkap hampir 1 bulan bulan Ramadan 2024, Rabu (3/4/2024).

Pemusnahan barang bukti narkoba, miras dan knalpot Brong hasil operasi Pekat Semeru 2024 jelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah di halaman Polres Probolinggo.

Barang bukti itu meliputi minuman keras (miras) 2.164 botol, obat keras berbahaya (okerbaya) sebanyak 4.050 butir, knalpot brong 20 buah, velg tidak standar 3 stel, dan motor protolan.

Ribuan botol miras itu dimusnahkan menggunakan alat berat. Sedangan ribuan butir okerbaya diblender dan puluhan knalpot brong serta velg tak sesuai standar yang biasa digunakan balap liar dipotong menggunakan gergaji besi.

Kapolres Probolinggo, AKBP Wisnu Wardana mengatakan, selain pemusnahan hasil tangkapan selama kurang lebih satu bulan bulan ramadan, juga dilaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2024 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1446 H.

“Apel gelar pasukan ini bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2024 sebagai komitmen nyata. Tentunya tujuan operasi ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan melaksanakan mudik lebaran,” terang Wisnu.

Pemusnahan knalpot brong ini ditandai dengan pemotongan secara simbolis oleh Forkopimda dan pelemparan botol miras ke arah alat berat yang disediakan oleh DPUPR Kabupaten Probolinggo

Menurut Wisnu, kepuasan masyarakat atas penyelenggaraan dan penanganan arus mudik Tahun 2023 mencapai 89,5% atau meningkat 15,7% dibanding Tahun 2022. Tentunya, pencapaian itu harus dipertahankan dan jika perlu ditingkatkan lagi ke depannya.

“Hal ini merupakan wujud apresiasi masyarakat atas kerja keras kita bersama yang harus musti dipertahankan dan ditingkatkan dalam pengamanan arus mudik dan arus balik tahun ini,” kata Wisnu.

“Sedangkan untuk pemusnahan barang bukti tersebut sebagai upaya menciptakan harkamtibmas selama ramadan dan Hari Raya Idul Fitri serta juga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dengan menyalahgunakan barang bukti oleh oknum anggota,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan