SUARARAKYATINDO.COM, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto kembali merombak Kabinet Merah Putih. Dalam reshuffle jilid kedua ini, Prabowo resmi melantik lima pejabat baru, terdiri dari empat menteri dan satu wakil menteri, di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2025) sore.
Pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, para pimpinan lembaga tinggi negara, serta pejabat setingkat menteri.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan Keputusan Presiden tentang pemberhentian dan pengangkatan menteri.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo memandu langsung pembacaan sumpah jabatan. Para menteri mengucapkan janji untuk setia pada UUD 1945, menjalankan peraturan perundang-undangan, serta bekerja penuh tanggung jawab demi bangsa dan negara.
Berikut daftar pejabat yang dilantik sore ini:
1. Menteri Keuangan: Purbaya Yudhi Sadewa
2. Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia: Mukhtarudin
3. Menteri Koperasi: Ferry Juliantono
4. Menteri Haji dan Umrah: Mochamad Irfan Yusuf
5. Wakil Menteri Haji dan Umrah: Dahnil Anzar Simanjuntak
Reshuffle ini sekaligus menandai berakhirnya masa jabatan Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan.
Posisi strategis tersebut kini diisi oleh Purbaya Yudhi Sadewa, ekonom yang sebelumnya menjabat Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Pelantikan Purbaya langsung mendapat sorotan pasar. Usai pengumuman, nilai tukar rupiah sempat menguat terhadap dolar AS, sementara IHSG mengalami koreksi.
Purbaya menyebut target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen “bukan hal yang mustahil” asalkan ada dorongan kuat dari pemerintah dan sektor swasta.
Selain itu, Prabowo juga meresmikan pembentukan Kementerian Haji dan Umrah, yang dipimpin Mochamad Irfan Yusuf dengan didampingi Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai wakil menteri.
Kehadiran kementerian baru ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan jemaah haji dan umrah Indonesia.
Dengan reshuffle ini, Prabowo menegaskan kembali arah kebijakan pemerintahannya, yakni memperkuat stabilitas ekonomi, melindungi pekerja migran, memberdayakan koperasi, serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji dan umrah













