SUARARAKYATINDO.COM – Bondowoso, Tak jarang segelintir pemuda berkumpul dan mendiskusikan sosok pemimpin Bangsa Indonesia mendatang yang tepat.
Seperti puluhan pemuda di Kabupaten Bondowoso Jawa Timur ini, yang tergabung dalam Milenial Warga Nahdlatul Ulama (Mawar NU) turut mendiskusikan sosok pemimpin yang tepat menurut kacamata milenial NU pada Minggu, (25/06) sore, di Cafe Shaf Bondowoso.
Dalam diskusi yang bertajuk ‘Derap Milenial di Gelandang Demokrasi’ ini, ada dua narasumber pemantik diskusi tersebut, salah satunya Nanang Sholeh Aktivis Muda dan Muhammad Bahri Sekretaris PWI Bondowoso.
Sosok Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di mata milenial warga Nahdlatul Ulama atau Mawar NU menjadi idola, dan diharapkan menjadi presiden Indonesia.
Nanang Sholeh mengatakan, Cak Imin sendiri adalah representasi milenial. Menurut dia, karir politik Muhaimin Iskandar bukan hasil karbitan. Tetapi melalui pengalaman panjang sejak dia masih muda.
Terlebih, lanjut Nanang, karir politiknya dimulai sejak reformasi 1998. Bahkan kata Aktivis Muda itu , Cak Imin adalah sosok aktivis yang gigih dalam memperjuangkan keadilan.
“Saya sendiri bukan kader PKB. Tapi saya pikir Cak Imin wajib maju di Pilpres 2024, karena dia memang pantas,” tutur Nanang.
Lewat PKB yang dinahkodai sejak 2005 lalu, tambah Nanang, Cak Imin banyak menghasilkan kebijakan yang bisa dinikmati saat ini.

Pemuda Milenial NU Bondowoso Diskusi sosok Muhaimin Iskandar yang tepat menurut kacamata Milenial NU pada Minggu, (25/06/2023) di Cafe Shaf Bondowoso.
“Mulai dari undang-undang pesantren, undang-undang desa, di dunia kesehatan dan beberapa kebijakan lainnya,” tegas Mantan Aktivis PC PMII Bondowoso itu.
Sementara Hairullah salah satu peserta juga memberikan pandangan tentang sosok mantan Aktivis PMII tersebut. Menurut dia, dalam perjalanan bangsa ini, NU selalu mewarnai dan memiliki peran penting. Baik sebelum hingga pasca kemerdekaan.
“Di panggung politik nasional saat ini. Banyak sosok NU yang muncul ke permukaan. Misalnya Menkopolhukam Mahfud MD, Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Muhaimin Iskandar,” kata Hairul.
“Namun sosok kader NU yang memiliki power, apalagi sia pimpinan partai, yakni Muhaimin Iskandar,” ucapnya.
Oleh sebab itu, Cak Imin harus memberikan warna dalam kontestasi politik di tahun 2024 mendatang.
“Harus ada kader NU tulen yang muncul di Pilpres 2024 nanti. Menurut saya cak Imin yang pantas,” tegasnya.
Tujuan kegiatan ini, menurut Ketua Mawar NU, Hamidi Hasyim menjelaskan, bertujuan memberikan ruang bagi milenial di Bumi Ki Ronggo untuk memberikan pandangan tentang sosok Cak Imin.
“Mereka dipersilahkan berkomentar apa saja tentang Cak Imin. Mau yang positif yang negatif silahkan,” ujar Hasyim.
Namun, terlebih lagi rata-rata mereka memberikan apresiasi kepada sosok Cak Imin. Mereka berharap Cak Imin bisa memajukan pendidikan, dan memanfaatkan bonus demografi menjadi kekuatan ekonomi.
Disamping itu, dia juga menegaskan, bahwa kegiatan tersebut bukan kegiatan partai politik atau tidak ada kaitannya dengan PKB.
“Setelah diskusi, kita juga langsung deklarasi. Alhamdulillah semuanya antusias,” pungkas dia.
Usai berdiskusi, puluhan pemuda Mawar NU deklarasi dan melepas balon terbang yang terkait bener bertuliskan Cak Imin For Presiden.













