SUARARAKYATINDO.COM – Probolinggo, Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi PMII, GMNI, HMI, dan Aliansi BEM Kabupaten Probolinggo menggelar aksi jalan kaki dari Lapangan Pajarakan menuju Gedung DPRD Kabupaten Probolinggo pada Minggu (28/12/2024).
Aksi ini bertujuan menyuarakan penolakan terhadap kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12% sesuai UU Nomor 7 Tahun 2021 serta mendesak pembentukan satuan tugas (satgas) untuk mengatasi kelangkaan pupuk.
Setibanya di depan Gedung DPRD, para mahasiswa melakukan orasi menyampaikan dua tuntutan utama: pembentukan panitia khusus (pansus) untuk mengatasi kelangkaan pupuk dalam waktu satu minggu ke depan dan penolakan kenaikan pajak 12%.
Dialog Damai di Depan Gedung DPRD
Aksi ini direspons oleh sejumlah anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, termasuk Muchlis dan Lukman Hakim (Fraksi PKB), Sumarmi (Fraksi NasDem), Umil dan Saiful Bahri (Fraksi PPP), Deni Ilhami (Fraksi PDIP), serta Gus Nawa (Fraksi Partai Gerindra).
Dalam dialog yang berlangsung di pelataran gerbang, anggota dewan menandatangani pakta integritas untuk menindaklanjuti aspirasi mahasiswa.
Mewakili DPRD, Muchlis menyampaikan apresiasi terhadap aksi mahasiswa yang dinilai sebagai respon positif terhadap kebijakan pemerintah.
“Kami menyambut baik aspirasi ini dan akan kami bawa ke tingkat yang lebih tinggi,” ujar Muchlis.
Ia juga menjelaskan bahwa DPRD akan mengevaluasi secara berkala bersama mahasiswa untuk menciptakan ruang dialog yang lebih terbuka dan elegan.
Tanggapan DPRD Soal Kelangkaan Pupuk
Menanggapi tuntutan pembentukan satgas pupuk, Muchlis menegaskan bahwa DPRD tidak ingin mencederai hak petani.
Ia berkomitmen menampung aspirasi mahasiswa dan mendorong pembentukan pansus untuk mengawasi distribusi pupuk.
“Pansus ini akan mengawasi mulai dari distribusi pupuk, penerima, hingga regulasi harga. Ini sejalan dengan program Bupati terpilih yang fokus pada masalah pupuk,” jelasnya.
Aksi Berjalan Kondusif
Kapolres Probolinggo, Wisnu Wardana, yang memantau langsung jalannya aksi, memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib.
“Alhamdulillah, pelaksanaan penyampaian pendapat berjalan lancar. Saya berterima kasih kepada mahasiswa, anggota DPRD, serta jajaran Polres Probolinggo atas kerja samanya,” ungkap Kapolres.
Ia menambahkan bahwa Polres siap mendukung aksi-aksi serupa selama dilakukan secara damai dan tertib.
Aksi ini diakhiri dengan penandatanganan pakta integritas oleh anggota DPRD sebagai bentuk komitmen untuk menindaklanjuti tuntutan mahasiswa.
Para peserta aksi membubarkan diri dengan tertib, menciptakan contoh penyampaian aspirasi yang damai dan efektif.







