Sajak Mas Dewa “Kepada Senior”
Matahari mulai menyingsing
Embun masih setia bersama sejuknya
Dan senyum, masih hangat di dada
Menyusun kata yang sering berantakan
Akan waktu dan penantian
Jarak yang jauh
Kau tempuh atas nama kekasih
Sering juga kau katakan
Jika kopi yang pahit saja kau teguk sampai habis
Lalu bagaimana dengan kecintaanmu
Bukankah ia akan menjadi bunga disepanjang pagimu
Yang merubah belukar menjadi taman sari
Tanah yang tandus berupa pohonan rimbun
Lantas kau masih mempertimbangkan jarak dan waktu ?
Halah, pujangga macam apa kau ini
Kepada senior
Aku katakan
Pada kata yang berbaris rapi
Dan kalimat yang kurangkai hati – hati
Perlahan ku ucap
Selamat memperpanjang kebahagiaan
Hidupmu kini tak dingin lagi
Dan tak lagi khawatir kehabisan ampas kopi
Yang diseduh dengan senyum kekasih
Terakhir,
Semoga telaga rindu terus membersamai keharmonisan perjalanan hidup barumu
Dan perjuangan terus membara untuk generasi selanjutnya.













