Kolom  

Sajak Mas Faris, “Alengkadireja”

Sajak Mas Faris, "Alengkadireja"
Aku sendiri meratapi nasip yang tengah aku risaukan dalam kebisingan. (Foto: SRI)

Oleh; Mas Faris

Alengkadireja

Dua kutup hati selalu menyatu pada manunggal cinta
Narasi asamara tak pernah padam pada setiap langkah manusia

Jika cinta dewi widowati terpisah oleh dasamuka karena mati.
Maka cinta dasamuka berengkarnasi, kepada dewi sinta sang pujaan rama raja ayodya

Tapi aku sebagai pujangga
Tak mau berpaling, bahkan jika kekasihku berkehendak merobek robek seluruh kesetiaan dan ketulusan, silahkan
Jiwaku sudah kenyang dengan segala hal yang sedemikian

Jika Rahwana raja alengkadireja bermodal berani menculik dewi sinta

Akupun tak jauh berbeda modalku hanya berani dan memberikan cinta sesungguh sungguhnya.

Aku tak ingin mencintaimu seperti rama yang hanya meminang wanita karena hasil sayembara.

Tapi satu pintaku jangan sampai perkataan dasamuka terulang:
“Tuhan, jika cintaku kepada sinta terlarang kenapa kau bangun megah perasaan ini dalam sukmaku”.

Jikapun nanti saat membersamai mu aku tak mampu menghadiahkan argasoka, muliakanlah diriku sebagai imammu.

Sebab akupun tau hidup tak akan berjalan semana yang kita harapkan

 

Seosok penyair muda kelahiran madura pamekasan dia kader aktif rayon civil commonity dan fkmsb Jogja

Menowa, juli 2022

Tinggalkan Balasan