Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Kolom

Santri dan Intelektual Organik

×

Santri dan Intelektual Organik

Sebarkan artikel ini
Santri dan Intelektual Organik
Ilustrasi santri yang melakukan ngaji kelompok. (Foto; Ilustrasi/istimewa)

Oleh : Atiqurrahman (Wakil sekretaris LTN NU Pulau Mandangin)

Santri merupakan salah satu bagian fundamental dari elemen masyarakat Indonesia. Santri memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri dalam pola kehidupan sosialnya. Maka, wajar bila masyarakat Indonesia menyebut santri sebagai Identitas Kebudayaan Nusantara. Penyebutan ini cukup beralasan karena kaum santri terlahir dan dibesarkan di lingkungan komunitas imajiner keislaman; yakni Pesantren.

Advertisement
Scroll kebawah untuk membaca

Pesantren telah menjadi tempat bersemayamnya santri. Pesantren menjadi wahana pembelajaran mentalitas dan transformasi keilmuan seorang santri, baik ilmu keislaman seperti Ilmu Aqidah, Fiqih, Tasawwuf, Ilmu Alat dan Ilmu Tafsir Alquran, atau pun ilmu-ilmu yang sifatnya umum. Pengajaran ilmu-ilmu tersebut, nantinya akan menjadi bekal dan modal bagi santri dalam melakukan suatu perbuatan yang bermakna dan bermanfaat kepada masyarakat.

Baca Juga:  Seberkas Puisi JQ Soenardie Paling Ideal

Selain itu, santri dapat memfungsikan pesantren sebagai ruang kuasa makna dan panggung dialektika pengetahuan. Dalam pengertian, santri bebas dalam melakukan kajian-kajian ilmiah (istilah pesantrennya—Bahasul Masail) mengenai persolan-persolaan sosial-kemasyarakatan, keislaman atau pun perkara ijtihad kebangsaan dalam rangka memperluas wawasan pengetahuannya dan mengasah nalar kritisnya.

Example 120x600