SUARARAKYATINDO.COM – Setelah sempat dilaporkan hilang selama hampir lima hari, Kusnadi, mantan Ketua DPRD Jawa Timur sekaligus eks Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat. Ia dijemput keluarganya di Pulau Madura pada Senin dini hari, 9 Juni 2025.
“Bapak sudah ketemu tadi sekitar pukul 01.00 WIB,” ujar putra Kusnadi, Teddy Kusdita Kunong, dikutip Selasa, (10/6/2025).
Kepastian keberadaan Kusnadi diketahui setelah keluarga menerima kiriman foto yang memperlihatkan dirinya berada di suatu tempat di Madura.
Melalui sambungan video call, keluarga memastikan kondisi sang ayah sebelum akhirnya menjemputnya langsung dan membawanya pulang ke Sidoarjo.
“Sekarang beliau sudah di rumah, berkumpul bersama keluarga,” ujar Teddy.
Sebelumnya, Kusnadi dilaporkan hilang sejak Rabu (4/6) dari peternakan ayam miliknya yang terletak di Dusun Wonokayun, Desa Wonokarang, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo. Keberadaannya tidak diketahui setelah diduga dibawa tiga orang tak dikenal.
Menurut Teddy, sebelum kejadian tersebut, sempat terlihat aktivitas mencurigakan dari sejumlah orang tak dikenal yang mondar-mandir di sekitar peternakan.
Pada hari kejadian, Kusnadi diduga dibawa oleh tiga orang menggunakan mobil, salah satunya terlihat menuntun sang ayah masuk ke kendaraan.
Keluarga melaporkan peristiwa ini ke Polsek Balongbendo. Laporan kehilangan tersebut telah diterima dengan nomor STPLKO/02/VI/2025/SPKT/JATIM/SDA/BALBEN.
Meski sempat terhubung melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp, Kusnadi tidak memberikan respons. Sejak Minggu (8/6), nomor ponselnya bahkan tak lagi aktif.
Kusnadi saat ini masih menjadi sorotan publik setelah namanya terseret dalam penyidikan kasus dugaan korupsi dana hibah kelompok masyarakat (pokmas) yang bersumber dari APBD Pemprov Jawa Timur tahun 2019–2022.
Kasus ini merupakan pengembangan dari perkara yang lebih dulu menjerat eks Wakil Ketua DPRD Jatim, Sahat Tua Simanjuntak.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejauh ini telah menetapkan 21 orang sebagai tersangka, termasuk empat penyelenggara negara dan 17 pihak pemberi suap, mayoritas dari kalangan swasta. Kusnadi pun disebut-sebut masuk dalam daftar pihak yang dicegah bepergian ke luar negeri oleh KPK.
Kusnadi sendiri diketahui meninggalkan rumahnya di kawasan Sedati Asri, Sidoarjo, sejak Desember 2023 dan memilih menetap di peternakan miliknya di Balongbendo.
Ia lebih banyak menghabiskan waktu di lokasi tersebut menjauh dari hiruk-pikuk politik, hingga akhirnya dikabarkan hilang pekan lalu.






