SUARARAKYATINDO.COM – Probolinggo, Gerakan Tani Nusantara (Gertanu) Kabupaten Probolinggo juga akan melakukan aksi unjuk rasa seiring akan dilakukannya aksi oleh PC PMII Probolinggo, pada Kamis (15/6/2023).
Koordinator aksi Gertanu Kabupaten Probolinggo, Muhammad Khairi mengungkapkan alasan mengapa Gertanu membuat aksi serupa ditanggal dan titik yang sama dengan PMII.
Menurut Khairi, jika aksi demo dimuka umum memang diperbolehkan dan dilindungi oleh undang-undang. Namun bagi Gertanu, dalam pelaksanaannya, aksi unjuk rasa harus diikuti dengan tata cara yang beretika, sopan dan tidak anarkis.
“Kami mendukung kebebasan menyampaikan pendapat dimuka umum, secara absolut dan kebebasan yang bertanggung jawab sesuai amanah undang-undang,” ungkapnya, Selasa (13/06/2023).
Unjuk rasa dari PMII Probolinggo menuntut sejumlah persoalan. Akan tetapi, unjuk rasa yang akan di lakukan oleh Gertanu itu Berbeda
Lebih lanjut, Khairi menjelaskan, aksi unjuk rasa yang akan dilakukannya itu merupakan bentuk dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Probolinggo.
“Kami rakyat Kabupaten Probolinggo bersatu, siap bertaruh jiwa dan raga demi tegaknya kebenaran, keadilan social, dan mampu membela diri kami sendiri tanpa diwakili komunitas kemahasiswaan manapun,” tegasnya.
Selain itu, Khairi juga sangat menyayangkan adanya gambar atau poster ajakan yang dinilainya tidak pantas namun dipakai oleh PC PMII Probolinggo.
Pasalnya, dalam gambar yang tersebar luas di sosial media itu terdapat gambar Plt Bupati Probolinggo HA Timbul Prihanjoko dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto.
Yang mana, foto keduanya dalam poster itu dengan sengaja kedua matanya ditutup dengan garis hitam.
“Menurut kami apa yang dilakukan oleh adik-adik mahasiswa itu kurang beretika dan tidak sopan. Sebab dalam poster itu tampak ada muatan hinaan terhadap pejabat, dimana si pembuat memberi tanda garis di mata Plt Bupati dan Sekda layaknya buronan,” ujarnya.
Disamping itu, Ia mengakui memang terdapat aturan untuk kebebasan berekpresi dimasyarakat. Namun, apabila sudah kelewatan apalagi hal itu sampai menyerang secara personal, maka hal itu tidak bisa diterima atau bahkan dibiarkan begitu saja.
“Karena itu, saya mengajak kepada seluruh anggota Gertanu dan masyarakat Kabupaten Probolinggo. Untuk memberikan dukungan moril kepada Pemkab Probolinggo utamanya kepada Plt Bupati Timbul agar tetap fokus menuntaskan masa jabatannya,” imbuhnya.
Tak hanya itu saja, Khairi juga memberikan koreksi kepada PC PMII Kabupaten Probolinggo terkait dengan diikutsertakannya Sekda Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto yang turut dikritisi.
Menurutnya, para Mahasiswa itu salah sasaran apabila mempertanyakan terkait soal anggaran APBD Pemkab Probolinggo tahun 2017-2021 kepada Sekda Ugas. Sebab, Sekda yang sekarang baru saja dilantik. Secara otomatis ia tidak terlibat langsung dalam proses penganggaran periode dimaksud.
“Ini sudah tidak benar dan sudah seharusnya kami turun tangan untuk memberikan edukasi terhadap adik-adik kami itu tentang bagaimana cara melakukan unjuk rasa yang bermoral,” tandasnya.













