SUARARAKYATINDO.COM, Probolinggo- Komisariat PMII Universitas Panca Marga (UPM) Probolinggo menorehkan babak baru dalam perjalanan organisasinya melalui pelaksanaan Sekolah Islam Gender (SIG) ke-1. Kegiatan ini digelar pada Minggu, 26 April 2026, di BKPSDM Kabupaten Probolinggo, dengan diikuti sekitar 30 peserta yang aktif dan antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.
Program ini menjadi istimewa karena merupakan penyelenggaraan perdana setelah vakum selama kurang lebih satu dekade. SIG ke-1 lahir dari inisiatif kepemimpinan Muhammad Shodiq bersama Sri Dwi, yang berupaya menghadirkan terobosan baru dalam pola kaderisasi di lingkungan PMII UPM.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan berbagai materi yang dikemas dalam bentuk diskusi, pemaparan, hingga forum interaktif. Model pembelajaran ini dirancang untuk mendorong pola pikir kritis sekaligus meningkatkan partisipasi aktif kader dalam merespons isu-isu sosial, khususnya terkait gender.
Tingginya keterlibatan peserta dalam setiap sesi menjadi indikator keberhasilan kegiatan ini. SIG tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga wadah refleksi kolektif bagi kader untuk mengembangkan kapasitas intelektual dan kepekaan sosial.
Lebih dari sekadar program baru, SIG ke-1 juga dimaknai sebagai simbol kebangkitan kaderisasi PMII UPM yang lebih progresif dan inovatif. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi pijakan awal dalam mencetak kader yang adaptif, kritis, serta memiliki daya saing tinggi di tengah dinamika zaman.
Salah satu panitia pelaksana menegaskan bahwa SIG merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran gender yang inklusif di kalangan kader.
“SIG ini bukan hanya sekadar kegiatan formal, tetapi menjadi ruang pembelajaran yang relevan dengan dinamika sosial saat ini. Kami ingin membangun kesadaran gender yang inklusif sekaligus memperkuat kapasitas intelektual kader PMII UPM,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa program ini akan terus dikembangkan sebagai agenda berkelanjutan.
“Ke depan, SIG akan kami dorong menjadi program rutin agar mampu melahirkan kader yang tidak hanya kritis, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial yang tinggi,” imbuhnya.
Dengan terlaksananya SIG ke-1, PMII UPM semakin menunjukkan komitmennya sebagai organisasi kader yang terus berkembang dan mampu menjawab tantangan zaman melalui inovasi kaderisasi yang relevan.













