Menu

Mode Gelap
Full Episode Guide and Season-by-Season Recap for The Gaslight District Unraveling Lizzy Murder Drone Cases and Practical Safety Guidance for Residents Catching Up Episodes A Practical Handbook for Rediscovering Favorite TV Shows Catching Up Episodes A Practical Handbook for Rediscovering Favorite TV Shows Murder Drones Episodes Complete Guide to Every Season and Key Moments Murder Drones Characters Meet the Cast of the Dark Animated Series and Their Roles

Kolom

Suara Mahasiswa Untuk Keadilan Sosial Dan Lingkungan

badge-check


					M. Kholilur Rohman, seorang pengurus HMI Cabang Probolinggo dan Aktivis Lingkungan Perbesar

M. Kholilur Rohman, seorang pengurus HMI Cabang Probolinggo dan Aktivis Lingkungan

Oleh: Muhammad Sunil Rizaldi (Ical)

Dinamika Sosial yang berkembang di hadapan kita adalah bukti bahwa problem sosial masih berada di tengah-tengah kehidupan kita. Hal itu menjadi acuan bahwa “Sebongkah berlian akan tetap bersinar meskipun ditempatkan dalam wadah yang keruh’’.

Hal ini menjadi perhatian kita semua selaku yang mengerti dengan dinamika sosial yang terus berkembang di hadapan kita. Problem ini adalah bukti bahwa penyakit masih berada di sekeliling kita.

Hal ini sudah di buktikan bahwa isu nasional seperti revisi UU TNI menjadi polemik bagi kita semua, belum lagi urusan Tambang yang dapat meresahkan warga Kabupaten Probolinggo yang sampai sekarang masih belum selesai.

Tambang galian C ilegal yang meresahkan Masyarakat masih beraktifitas yang banyak tidak mempunyai izin yang jelas, dengan regulasi mitigasi yang ambigu. Akibatnya, masyarakat sipil, khususnya yang tinggal di sekitar tambang, harus menanggung dampaknya.

Perubahan sosial yang terjadi tidak pernah lepas dari gerakan sosial yang dibangun atas dasar kesadaran kritis para mahasiswa sebagai agen perubahan. Gerakan sosial yang dibangun mahasiswa bukan tanpa alasan, mereka menganggap ada yang timpang dan tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.

Akan tetapi, dewasa ini gerakan mahasiswa semakin meredup dan mengalami degradasi, bahkan di Probolinggo bisa dikatakan LUMPUH. Akan tetapi masih ada segelintir mahasiswa yang masih peduli dan tetap teguh memperjuangkan kepentingan rakyat. Salah satunya adalah M. Kholilur Rohman, seorang pengurus HMI Cabang Probolinggo dan Aktivis Lingkungan “satu dari mereka semua di wadahnya” yang menunjukkan kepedulian nyata terhadap keresahan masyarakat akibat penambangan galian C illegal, Di sinilah peran mahasiswa sebagai agen of change menjadi sangat penting.

“Sebagai mahasiswa, kami menyadari bahwa galian C ilegal memberikan dampak yang sangat merugikan, baik dari segi lingkungan, sosial, maupun ekonomi. Aktivitas penambangan ilegal yang tidak terkontrol menyebabkan kerusakan ekosistem, penurunan kualitas udara, hilangnya habitat, serta erosi tanah yang membahayakan lingkungan dan keberlangsungan hidup masyarakat sekitar. Selain itu, tambang ilegal sering kali melibatkan praktik eksploitasi yang tidak adil terhadap masyarakat lokal yang minim perlindungan hukum. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menghambat pembangunan berkelanjutan karena mengabaikan prinsip-prinsip penambangan yang ramah lingkungan serta pemulihan pasca-penambangan. Kami mendukung langkah-langkah tegas pemerintah dalam menanggulangi tambang ilegal melalui penegakan hukum yang lebih ketat, edukasi kepada masyarakat, serta penyediaan alternatif ekonomi yang lebih berkelanjutan. Sebagai mahasiswa, kami berkomitmen untuk menjadi agen perubahan dengan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mendorong pembangunan yang lebih hijau serta berkelanjutan. Kami percaya bahwa hanya melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor pendidikan, solusi konkret dapat ditemukan untuk mengatasi permasalahan ini.” M. Kholilur Rohman (Kabid Ham dan Lingkungan HMI Cabang Probolinggo)

Kritik terhadap penambangan ilegal bukan hanya soal regulasi, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral kita bersama terhadap lingkungan dan generasi mendatang. Namun saat ini Probolinggo menggelapkan dirinya, patron terpenting dalam masyarakat, yakni mahasiswa Probolinggo raya beserta organisasi-organisasinya, seakan kehilangan marwahnya. Entah mereka terlelap ketiduran, atau telah ditidurkan oleh “kue” kekuasaan.

Sudah saatnya mahasiswa dan masyarakat bersatu, bukan hanya untuk mengkritisi, tetapi juga untuk beraksi.

Bangkitlah dari tidur yang terbungkus kepalsuanmu Bung !!!

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kritik dalam Demokrasi: Antara Hak Politik dan Tuduhan Makar

7 April 2026 - 19:01 WIB

Kritik dalam Demokrasi: Antara Hak Politik dan Tuduhan Makar

Makan Bergizi Gratis (MBG) : Kebijakan Populis yang Mengorbankan Pendidikan?

16 Februari 2026 - 18:41 WIB

Ilustrasi Anggaran Pendidikan dan Program MBG 2026

Jangan Selalu Norma, Mari Pandang Coming Out LGBTQ+ Dari Kacamata Psikologi

1 Oktober 2025 - 20:55 WIB

Jangan Selalu Norma, Mari Pandang Coming Out LGBTQ+ Dari Kacamata Psikologi

Kisah Kelam Sejarah G30S PKI, Mahasiswa Harus Jadi Garda Terdepan Menjaga Ideologi Pancasila

1 Oktober 2025 - 12:35 WIB

Kisah Kelam Sejarah G30S PKI, Mahasiswa Harus Jadi Garda Terdepan Menjaga Ideologi Pancasila

Sajak Mahendra Utama, Untuk Gus Imin di Hari Lahirmu

24 September 2025 - 12:20 WIB

Sajak Mahendra Utama, Untuk Gus Imin di Hari Lahirmu
Trending di Kolom
error: