SUARARAKYATINDO.COM- Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan mundur sebagai Menteri Pertanian (Mentan). Hal tersebut terkait dengan penyidikan kasus dugaan korupsi yang dilakukan oleh KPK terhadapnya.
Menurut informasi yang ada, SYL ini sudah dijerat sebagai tersangka oleh KPK. Dalam tiga perbuatan yakni dugaan pemerasan dalam jabatan, gratifikasi, dan pencucian uang.
Di sisi lain, muncul juga dugaan pemerasan terhadap SYL yang disebut dilakukan oleh pimpinan KPK. SYL sudah tiga kali diperiksa oleh Polda Metro Jaya (PMJ) terkait dugaan tersebut sebagai saksi.
Kembali soal pernyataan mundur dari kursi Mentan, hal tersebut disampaikan SYL sehari usai tiba di Indonesia dari lawatan dinas ke Eropa.
Setelah diperiksa di PMJ terkait dugaan pemerasan pada Kamis (5/10/2023) kemarin, SYL memberikan keterangan pers. Keterangan itu disampaikan di NasDem Tower, Gondang dia, Jakarta Pusat.
“Semua yang saya tahu sudah saya sampaikan, dan secara terbuka saya sampaikan apa yang dibutuhkan penyidik, dia dihadapi oleh banyak banget tadi, dan prosesnya berlangsung cukup panjang hampir 3 jam,” kata SYL.
“Saya capek banget, sementara saya baru pulang,” ucapnya.
Saat kasus ini merebak, SYL sedang melakukan kunjungan kerja di Roma, Italia, dan Spanyol. SYL baru tiba di Indonesia Rabu (4/10/2023) malam, dan paginya langsung pergi ke Kementan, ke Polda Metro Jaya, dan lanjut ke NasDem Tower.
“Dan satu hari setelah datang [ke Roma] saya langsung dihadapkan dengan masalah. Dan salah satu yang saya selesaikan hari ini adalah mendatangi atau diminta oleh Kapolda Jaya untuk menyampaikan keterangan-keterangan, dan tentu berbagai hal yang berkait dengan dumas 21/08/2023,” ungkap SYL.
“Dan satu hari setelah datang [ke Roma] saya langsung dihadapkan dengan masalah. Dan salah satu yang saya selesaikan hari ini adalah mendatangi atau diminta oleh Kapolda Jaya untuk menyampaikan keterangan-keterangan, dan tentu berbagai hal yang berkait dengan dumas 21/08/2023,” ungkap SYL.
Sementara, Pratikno mengatakan sudah menerima surat pengunduran diri SYL. Dia akan segera menyerahkan kepada Jokowi.
Singgung Soal Meniti Karier Dalam momen penyerahan surat pengunduran diri, SYL bicara soal perjuangannya hingga menjadi menteri. Menurutnya, baru kali ini ia menghadapi situasi seperti ini. Padahal, ia sudah berada di pemerintahan selama puluhan tahun.
“Saya meniti karier mulai dari lurah, camat, saya 25 tahun jadi kepala daerah, 10 tahun jadi bupati, wakil gubernur 5 tahun, 10 tahun jadi gubernur, dan baru saya merasa ada hal-hal seperti ini. Oleh karena itu saya butuh waktu,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, SYL menegaskan akan menghadapi proses hukum yang saat ini menjeratnya. Sebagai orang Bugis Makassar, ia menyebut harga dirinya jauh lebih tinggi dari jabatan.
“Saya orang Bugis Makassar dan rasanya harga diri jauh lebih tinggi daripada pangkat atau jabatan. Biarkan saya hadapi ini. Dan beri saya kesempatan membuktikan bahwa saya terbiasa urus rakyat,” kata SYL.
Ia menyatakan, akan siap bertanggung jawab atas proses hukum yang sedang dihadapi.
“Dan saya berharap nasihat-nasihat orang tua saya, nasihat budaya saya dari sana kalau berani berbuat berani bertanggung jawab, dan saya siap bertanggung jawab,” ucapnya.
Setelah pertemuan dengan SYL, Pratikno menyebut Presiden Jokowi akan menerima untuk bertemu SYL pada Jumat (6/10/2023).
“Sebetulnya tadi kami juga menawarkan kepada Pak Syahrul apakah akan menghadap Pak Presiden petang ini itu saya akan jajaki. Saya tidak berjanji tapi Pak Syahrul Limpo tadi sudah, kan, baru tiba dari luar negeri, terus kemudian seharian full ada berbagai macam acara tadi termasuk pemeriksaan yang tadi sudah beliau sampaikan,” jelasnya.
“Karena itu beliau minta waktu rencananya besok akan menghadap Pak Presiden, memohon waktu kepada Pak Presiden menghadap besok,” lanjutnya, kemarin.
Namun, Pratikno belum bisa memastikan jam berapa Jokowi akan menerima SYL di Istana.













