Menu

Mode Gelap
The Rise of Private Plane Flights: A Brand new Era In Air Travel Buying Gold Online within The USA: A Comprehensive Guide Mengolah Data Paito SGP untuk Menemukan Pola yang Lebih Konsisten Natural Hormone Replacement Therapy Understanding Gold Belief IRAs: A Complete Information to Investing In Treasured Metals Rolling Over Your 401(k) To Treasured Metals: A Complete Information

Daerah

Tanda Tangan Pejabat Satpol PP Diduga Dipalsukan untuk Pinjaman Online

badge-check


					Saat foto bersama satpol PP Perbesar

Saat foto bersama satpol PP

SUARARAKYATINDO.COM, PROBOLINGGO- Tanda Tangan Pejabat Satpol PP diduga ada pemalsuan tanda tangan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo kembali mencuat. Kali ini, kasus tersebut diduga dilakukan untuk mengelabui lembaga keuangan berbasis teknologi (fintech) demi mendapatkan fasilitas pinjaman online.

Dugaan Tanda tangan pejabat satpol PP ini menyeret nama Mohammad Luthfie, Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Kota Probolinggo. Nama dan tanda tangannya diduga dicatut dalam dokumen kerja sama antara instansi dengan PT Fidac Inovasi Teknologi, perusahaan fintech yang mengelola aplikasi kredit DUMI.

“Saya sama sekali tidak tahu-menahu soal kerja sama apapun dengan pihak fintech. Dokumen apa itu, saya juga tidak tahu. Awalnya malah saya kira nama DUMI itu nama makanan atau permen,” ujar Luthfie kepada wartawan, Rabu (1/10/2025).

Nama Dicatut untuk Dokumen Pinjol

Dugaan pemalsuan ini mengarah kepada Eka Sih Wibowo, pegawai yang disebut-sebut sebagai pelaku utama. Ia diduga membuat surat perjanjian kerja sama palsu dengan menggunakan kop surat dan stempel Satpol PP, lalu membubuhkan tanda tangan Mohammad Luthfie sebagai bentuk persetujuan fiktif.

Dokumen itu digunakan untuk memperoleh fasilitas kredit bagi sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Satpol PP. Berdasarkan data, besaran kredit yang diterima bervariasi, mulai dari Rp50 juta hingga Rp100 juta per orang.

“Awalnya saya tahu nama saya dicatut dari teman di Dinsos. Sepertinya surat itu dibuat agar seolah-olah saya memberi restu ASN untuk menerima kredit,” ungkap Luthfie.

Ia menambahkan, Eka Sih Wibowo telah dimintai klarifikasi di Aula Satpol PP. “Dia sepertinya bekerja sendiri. Surat itu pakai kop Satpol PP pula. Terlalu berani memang,” kata Luthfie, yang mengaku tidak tenang sejak kasus tersebut terungkap.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wali Kota Absen, Rapat Paripurna LKPJ DPRD Kota Probolinggo Dijadwal Ulang

20 April 2026 - 18:35 WIB

Pemerintah Kota Probolinggo Wajibkan OPD Gunakan Air Mineral Lokal, DPRD Soroti Potensi Keberpihakan

Genggong Go Green ke-7, Gerakan Moral Bersepeda untuk Efisiensi Energi

19 April 2026 - 17:10 WIB

Genggong Go Green ke-7, Gerakan Moral Bersepeda untuk Efisiensi Energi

Ketua PC GP Ansor Kraksaan Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Aksi di Rumah Pribadi

19 April 2026 - 13:28 WIB

Ketua PC GP Ansor Kraksaan Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Aksi di Rumah Pribadi

Abd Wahid Resmi Jadi Sekretaris PC GP Ansor Kraksaan, Tegaskan Dipilih Lewat Pleno Sah

19 April 2026 - 10:53 WIB

Abd Wahid Resmi Jadi Sekretaris PC GP Ansor Kraksaan, Tegaskan Dipilih Lewat Pleno Sah

Komandan Banser Kraksaan Bantah Keterlibatan Organisasi dalam Aksi di Kediaman Ketua GP Ansor

19 April 2026 - 10:48 WIB

Komandan Banser Kraksaan Bantah Keterlibatan Organisasi dalam Aksi di Kediaman Ketua GP Ansor
Trending di Daerah
error: