Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Kolom

Puisi Mas Dewa, “Suara Rakyat II”

×

Puisi Mas Dewa, “Suara Rakyat II”

Sebarkan artikel ini
Puisi Mas Dewa, "Suara Rakyat II"
Aku mengikuti langkah kaki untuk keabadian. (Foto: ilustrasi istimewa)

Oleh: Mas Dewa

Suara Rakyat II

Advertisement
Scroll kebawah untuk membaca

Bagian I

Kami rakyat biasa
Perlakukan biasa – biasa saja
Tidak perlu luar biasakan harga kebutuhan kami
Cabe, kami petik dari biji yang kami tanam sendiri
Dan kau beli di swalayan
Ikan, kami pungut dari laut milik Tuhan
Dan kau beli di swalayan
Padi, kami panen dari benih yang kami tanam sendiri
Dan kau import beras dari luar negri

Baca Juga:  Sajak Mas Dewa Kekasih Tanpa Kepastian

Kami rakyat biasa
Perlakukan biasa – biasa saja
Dan kami akan melakukan seperti biasa
Bertani, melaut, mencangkul, dan menjaring maka jangan ganggu kebiasaan biasa – biasa kami dengan harga ini itu yang melambung tinggi
Jika tidak,
Kebiasaan biasa – biasa kami akan menjadi luar biasa dan membinasakan keberadaanmu
Sampai selesai hingga kembali seperti semula, biasa – biasa.

Bagian II

pagi aku keladang
Bersama motor butut kesayangan
Mencari setumpuk harapan untuk ditanam
Agar setelah musim
Harapan itu menjadi buah yang manis

Baca Juga:  Hak Asasi Manusia dan Raport Merah Polri

Motor bututku melaju perlahan
Seperti kebanyakan orang
Pelan – pelan saja
Pokok sampai
Karna melihat pantum bahan bakar berada di kotak merah
Menandakan hanya cukup untuk perginya saja
Dengan jarak yang tak begitu jauh
Namun cukup terjal
Salah jalan sedikit, bukan cuma motor bututku yang rusak. Akupun akan menemukan ajal dibawah jurang yang curam

Example 120x600