Menu

Mode Gelap
The Case Study of Gold Bullion For Sale: An Investment Perspective Can You Buy Gold Online? A Comprehensive Guide Kekerasan Anak Meningkat, Fatayat NU Probolinggo Serukan Penguatan Perlindungan Observational Analysis on Private Plane Booking: Tendencies, Preferences, And Insights Understanding Private Jet Charter Prices: A Comprehensive Guide The Dynamics and Impression of Sugar Daddy Websites In Philadelphia

Berita

Gelar FGD, IPDA Minta Pemerintah Libatkan Generasi Muda dalam Perumusan Kebijakan

badge-check


					Ikatan Pemuda Desa Indonesia (IPDA) minta Pemerintah libatkan generasi muda dalam perumusan kebijakan, Kamis (24/4/2025). (Sumber foto: Kirwan) Perbesar

Ikatan Pemuda Desa Indonesia (IPDA) minta Pemerintah libatkan generasi muda dalam perumusan kebijakan, Kamis (24/4/2025). (Sumber foto: Kirwan)

PURWOKERTO –  Ikatan Pemuda Desa Indonesia (IPDA) menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas peran pemuda dalam menyikapi kebijakan mutakhir pemerintah. Acara itu diselenggarakan di Hotel Meotel, Purwokerto, Jawa Tengah pada Kamis (24/4/2025). Acara yang menghadirkan para Ketua Organisasi Kepemudaan (OKP) Jawa Tengah itu diikuti puluhan mahasiswa dan pelajar dari berbagai latar belakang organisasi.

Diskusi itu membahas mengenai revisi UU TNI yang menjadi kontroversi beberapa pekan terakhir. Ketua Ikatan Pemuda Desa Indonesia (IPDA), Arifin Kusuma Wardhani dalam kesempatan itu menekankan pentingnya supremasi sipil dan mendorong adanya kejelasan batasan dan wewenang dari militer pasca revisi UU TNI.

“Penegakan prinsip supremasi sipil dan kejelasan batas wewenang militer agar demokrasi tidak bergeser menjadi sistem semu yang dikendalikan kekuatan koersif,” ungkapnya.

Lebih lanjut, IPDA juga menekankan pentingnya pelibatan generasi muda dalam merumuskan, mengkritisi dan mengawal kebijakan publik. Direktur IPDA, Muhammad Sakur menjelaskan generasi muda sudah saatnya menjadi aktor untuk mengawal kebijakan bukan hanya sebagai penonton.

“Sudah saatnya pemuda desa tampil sebagai aktor, bukan sekadar penonton pembangunan,” ujarnya.

Untuk diketahui, FGD ini membuktikan bahwa pemuda desa dan mahasiswa memiliki kapasitas yang sama dan perlu diakomodasi dalam proses perumusan kebijakan. Selanjutnya, pembicara juga menyoroti berbagai tantangan generasi muda dalam mengawal kebijakan pemerintah.

Diskusi ditutup dengan penyampaian rekomendasi. Dalam rekomendasinya, IPDA menekankan pentingnya keterlibatan koperasi petami dan UMKM lokal sebagai pemasok bahan pangan. Selanjutnya, pengawasan berbasis komunitas untuk mencegah penyimpangan data dan anggaran serta edukasi gizi dan kemandirian keluarga menjadi penting untuk diakomodir pemerintah. Pasalnya, ketergantungan keluarga diakibatkan tidak adanya kemandirian.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

High-Quality Tofu Boxes for Freshness and Brand Visibility

27 April 2026 - 13:35 WIB

Custom-Printed-Tofu-Boxes-2

Wali Kota Absen, Rapat Paripurna LKPJ DPRD Kota Probolinggo Dijadwal Ulang

20 April 2026 - 18:35 WIB

Pemerintah Kota Probolinggo Wajibkan OPD Gunakan Air Mineral Lokal, DPRD Soroti Potensi Keberpihakan

Genggong Go Green ke-7, Gerakan Moral Bersepeda untuk Efisiensi Energi

19 April 2026 - 17:10 WIB

Genggong Go Green ke-7, Gerakan Moral Bersepeda untuk Efisiensi Energi

Rem Blong Picu Tabrakan Beruntun di Probolinggo, Empat Orang Tewas

19 April 2026 - 13:41 WIB

Rem Blong Picu Tabrakan Beruntun di Probolinggo, Empat Orang Tewas

Ketua PC GP Ansor Kraksaan Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Aksi di Rumah Pribadi

19 April 2026 - 13:28 WIB

Ketua PC GP Ansor Kraksaan Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Aksi di Rumah Pribadi
Trending di Daerah
error: