SUARARAKYATINDO.COM – Semarang, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memantapkan langkah strategis membangun konektivitas ekonomi lintas wilayah dengan menjalin kerja sama bernilai Rp2,1 triliun bersama tiga provinsi: Riau, Lampung, dan Maluku Utara.
Inisiatif ini menjadi contoh konkret model kolaborasi antarpulau untuk mempercepat pemerataan pertumbuhan ekonomi nasional.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menjelaskan, kerja sama dilakukan berdasarkan potensi unggulan tiap daerah. Untuk tahap awal, fokus kerja sama mencakup empat sektor prioritas: investasi, penguatan UMKM, ketahanan pangan, dan pengembangan BUMD.
“Dengan model kerja sama lintas provinsi seperti ini, kita harapkan tercipta konektivitas ekonomi yang saling menguatkan. Nilai kerja samanya diperkirakan mencapai Rp600 miliar per tahun, atau total Rp2,1 triliun selama empat tahun,” ujar Luthfi saat menghadiri penandatanganan nota kesepahaman di Kepulauan Riau, Minggu (15/6/2025).
Tidak hanya terbatas pada empat sektor awal, Gubernur Luthfi menyebutkan masih ada potensi ekspansi kerja sama di bidang pariwisata, industri dan perdagangan, serta pertanian dan perkebunan. Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru yang lebih merata di seluruh Indonesia.
“Kami ingin kerja sama ini menjadi role model bagi daerah lain. Ketika daerah saling membuka diri dan menyinergikan kekuatan, maka stabilitas investasi dan pertumbuhan ekonomi akan lebih cepat terwujud,” tambahnya.
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menyambut baik inisiatif Jawa Tengah sebagai penggerak kerja sama ini. Ia menegaskan bahwa semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah mulai menyusun langkah konkret untuk merealisasikan program-program kolaboratif yang berorientasi pasar.
“Jawa Tengah akan menjadi nakhoda dalam skema ini, dan kami siap menyelaraskan program dengan potensi daerah masing-masing. Ini sejalan dengan implementasi Astacita Presiden dalam penguatan konektivitas wilayah,” ujarnya.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos turut menandatangani kesepakatan ini sebagai bentuk komitmen bersama untuk membangun ekonomi daerah secara kolektif.













