Menu

Mode Gelap
May Day di Kabupaten Probolinggo Penuh Kebersamaan, Buruh Sampaikan Delapan Tuntutan Skandal ASN–PPPK di Probolinggo Meledak, Digerebek Suami di Mal hingga Berujung Adu Fisik Harga Daging Ayam di Probolinggo Melonjak, Warga Kurangi Pembelian Khofifah Siap Temui Buruh di May Day 2026, Tekankan Kolaborasi dan Kesejahteraan Pekerja Mostbet uz: download apk and skachat yuklab Android/IOS app for users from Uzbekistan, kirish login com, reviews, owner’s photo, casino bet, uzb Android online Credit Score Donkey’s Best Gold IRA Companies: A Comprehensive Assessment

Daerah

Serapan Tembakau Melemah, HKTI Probolinggo Desak Perusahaan Rokok Responsif

badge-check


					Pengurus HKTI saat berkoordinasi dengan Bupati Probolinggo Mohammad Haris, di Gedung Pemkab Probolinggo, pada Selasa (17/6/2025). (Foto: Istimewa) Perbesar

Pengurus HKTI saat berkoordinasi dengan Bupati Probolinggo Mohammad Haris, di Gedung Pemkab Probolinggo, pada Selasa (17/6/2025). (Foto: Istimewa)

SUARARAKYATINDO.COM – Probolinggo, Ancaman gagal serap hasil panen tembakau kembali membayangi petani di Kabupaten Probolinggo. Memasuki musim panen raya 2025, banyak gudang besar dikabarkan belum menunjukkan minat menyerap tembakau petani, memicu kekhawatiran akan jatuhnya harga dan kerugian besar di tingkat petani.

Menanggapi kondisi tersebut, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Probolinggo angkat suara. Ketua DPC HKTI, Ir. Agus Salehhuddin, menilai situasi ini tak boleh dibiarkan berulang seperti tahun-tahun sebelumnya.

“HKTI berkepentingan memastikan hasil panen tembakau terserap optimal. Kami akan menjembatani dialog antara petani dan industri, termasuk mendorong DPRD dan OPD teknis untuk memanggil pihak gudang,” tegas Agus, Selasa (17/6/2025).

HKTI juga menyuarakan harapan agar harga tembakau tetap berada dalam batas wajar, minimal Rp60.000 per kilogram, agar petani tidak merugi akibat biaya produksi yang kian meningkat.

Tak hanya bicara soal harga, HKTI juga mulai menjajaki solusi jangka panjang bersama pemerintah daerah, termasuk menghidupkan kembali Industri Kecil Menengah (IKM) rokok yang dulu sempat menjadi penopang utama serapan tembakau lokal.

Langkah konkret pun mulai disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP), Pemkab mendorong penguatan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) sebagai motor baru industri rokok skala kecil.

“KIHT ini kami rancang agar para IKM rokok bisa bangkit kembali. Tahun 90-an, kita punya 85 unit IKM rokok yang menyerap tembakau lokal secara signifikan,” jelas Kepala DKUPP, Taufiq Alami.

KIHT ditargetkan beroperasi dalam waktu dekat dan diproyeksikan dapat menampung sekitar 15 perusahaan rokok skala kecil (PR kecil), masing-masing menyerap 20–30 tenaga kerja. Jika beroperasi maksimal, potensi serapan tembakau lokal bisa terdongkrak secara signifikan.

Meski begitu, Taufiq mengakui tantangan utama masih pada aspek regulasi dan izin, khususnya pendirian koperasi rokok sebagai prasyarat utama menjadi bagian dari KIHT.

Sementara itu, Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo juga turut melakukan pemetaan kondisi lahan dan produksi.

Kepala Dinas, Arief Kurniadi, menyebut pihaknya telah menyusun data perkiraan produksi, luas tanam, dan potensi surplus panen tahun 2025.

“Langkah ini penting agar kita bisa merumuskan strategi distribusi bersama. Serapan tidak bisa diserahkan ke pasar semata. Ini kerja kolektif semua pihak,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar produksi petani tembakau tidak sia-sia akibat tidak adanya pasar.

Kendati penuh tantangan, sinergi antara HKTI, Pemkab, dan pelaku usaha diharapkan mampu menghasilkan solusi yang adil bagi semua pihak. Jika KIHT berhasil diwujudkan, bukan hanya serapan tembakau yang tertolong, tetapi juga pembukaan lapangan kerja baru di sektor industri pengolahan tembakau.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wali Kota Absen, Rapat Paripurna LKPJ DPRD Kota Probolinggo Dijadwal Ulang

20 April 2026 - 18:35 WIB

Pemerintah Kota Probolinggo Wajibkan OPD Gunakan Air Mineral Lokal, DPRD Soroti Potensi Keberpihakan

Dapur MBG di Matekan Gerakkan Ekonomi Desa, Warga Dapat Peluang Kerja Baru

20 April 2026 - 18:28 WIB

Dapur MBG di Matekan Gerakkan Ekonomi Desa, Warga Dapat Peluang Kerja Baru

Genggong Go Green ke-7, Gerakan Moral Bersepeda untuk Efisiensi Energi

19 April 2026 - 17:10 WIB

Genggong Go Green ke-7, Gerakan Moral Bersepeda untuk Efisiensi Energi

Ketua PC GP Ansor Kraksaan Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Aksi di Rumah Pribadi

19 April 2026 - 13:28 WIB

Ketua PC GP Ansor Kraksaan Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Aksi di Rumah Pribadi

Abd Wahid Resmi Jadi Sekretaris PC GP Ansor Kraksaan, Tegaskan Dipilih Lewat Pleno Sah

19 April 2026 - 10:53 WIB

Abd Wahid Resmi Jadi Sekretaris PC GP Ansor Kraksaan, Tegaskan Dipilih Lewat Pleno Sah
Trending di Daerah
error: