Menu

Mode Gelap
May Day di Kabupaten Probolinggo Penuh Kebersamaan, Buruh Sampaikan Delapan Tuntutan Skandal ASN–PPPK di Probolinggo Meledak, Digerebek Suami di Mal hingga Berujung Adu Fisik Harga Daging Ayam di Probolinggo Melonjak, Warga Kurangi Pembelian Khofifah Siap Temui Buruh di May Day 2026, Tekankan Kolaborasi dan Kesejahteraan Pekerja Mostbet uz: download apk and skachat yuklab Android/IOS app for users from Uzbekistan, kirish login com, reviews, owner’s photo, casino bet, uzb Android online Credit Score Donkey’s Best Gold IRA Companies: A Comprehensive Assessment

Kolom

Muharram, NU, dan Kemanusiaan

badge-check


					Muharram, NU, dan Kemanusiaan Perbesar

Penulis: Atiqurrahman

Muharram, tak hanya sekadar penanda bulan pertama dalam kalender Hijriyah (islam). Ia adalah salah satu bulan yang mulia dan penuh makna.

Di dalamnya, termuat banyak peristiwa penting kenabian. Mulai dari Nabi Ibrahim, Nabi Musa, hingga Nabi Muhammad saw. Semua itu terjadi pada bulan Muharram.

Seperti selamatnya Nabi Ibrahim dari kobaran api, terbebasnya Nabi Musa dari ancaman refresitas Fir’un, dan momentum hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekkah menuju Madinah.

Muharram adalah penanda sejarah dalam peradaban islam. Ia bulan yang memercikkan ingatan tentang peristiwa besar masa silam. Dan, Ia juga bulan yang penuh perenungan dan penyadaran.

Dari Muharram, umat islam bisa belajar dan mengambil banyak hikmah. Tentang arti sebuah pengorbanan, keberanian, kejujuran, dan keadilan. Muharram merupakan momentum refleksi diri untuk hidup yang lebih baik.

Selain itu, Muharram sebagai bulan penuh keutamaan, umat islam dianjurkan untuk perbanyak melakukan kebaikan, serta dilarang berbuat keburukan.

Sebab Nabi Muhammad begitu menghormati bulan Muharram. Salah satunya Nabi melarang terjadinya peperangan, perseteruan, dan pertikaian. Muharram telah menjadi momentum dalam merajut perdamaian, persatuan, dan rekonsiliasi.

Tak hanya itu, sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriyah, Muharram ibarat membuka lembaran baru dalam episode kehidupan, yang nantinya diisi oleh goresan-goresan perilaku kita selama satu tahun ke depan.

Sebab itu, seyogyanya umat islam menyambut dan merayakan pergantian tahun islam ini secara suka cita dan penuh kegembiraan.

Tentunya, dengan menghadirkan berbagai kegiatan positif dan berorientasi pada kebaikan dan kemaslahatan.

Tak terkecuali oleh pengurus MWC NU Pulau Mandangin–yang selalu rutin mengelar kegiatan “Pekan Muharram” setiap tahunnya.

Setidaknya, dalam amatan saya, kegiatan Pekan Muharram ini sudah berjalan tiga kali. Tujuannya memang tak hanya sekadar merayakan pergantian tahun baru islam, tapi juga sebagai upaya untuk merajut kembali kebersamaan, kepedulian, dan persatuan.

“Pekan Muharram ini bukan sekadar perayaan semata, melainkan untuk memperkuat rasa kemanusiaan dan tali persaudaraan. Muharram adalah bulan kasih sayang dan kepedulian pada sesama. Karena itu, di dalamnya, kita dianjurkan menyantuni anak yatim”, tutur Ketua Tandzifiyah, Kiyai Nusyur Jauhari.

Karena itu, pengurus MWC NU Pulau Mandangin telah menginisiasi dan menyusun beberapa rangkaian kegiatan, diantaranya; 1) Kirab Budaya dan Penampilan Musik Tradisional Gendrang khas Desa Pulau Mandangin, 2) Mandangin bersholawat, Khotmil Qur’an dan Tahlil, 3) Istigotsah, Santunan Anak Yatim, dan Orkestrasi Pencak Silat Pagarnusa, dan 4), Pengajian Akbar.

Dengan keempat agenda besar itu, kita berharap bisa menorehkan goresan-goresan kecil kebaikan dalam lembaran baru kehidupan. Sebab, sekali lagi, bulan Muharram itu penuh sejarah sekaligus memperkuat rasa kemanusiaan.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kritik dalam Demokrasi: Antara Hak Politik dan Tuduhan Makar

7 April 2026 - 19:01 WIB

Kritik dalam Demokrasi: Antara Hak Politik dan Tuduhan Makar

Jangan Selalu Norma, Mari Pandang Coming Out LGBTQ+ Dari Kacamata Psikologi

1 Oktober 2025 - 20:55 WIB

Jangan Selalu Norma, Mari Pandang Coming Out LGBTQ+ Dari Kacamata Psikologi

Kisah Kelam Sejarah G30S PKI, Mahasiswa Harus Jadi Garda Terdepan Menjaga Ideologi Pancasila

1 Oktober 2025 - 12:35 WIB

Kisah Kelam Sejarah G30S PKI, Mahasiswa Harus Jadi Garda Terdepan Menjaga Ideologi Pancasila

Sajak Mahendra Utama, Untuk Gus Imin di Hari Lahirmu

24 September 2025 - 12:20 WIB

Sajak Mahendra Utama, Untuk Gus Imin di Hari Lahirmu

Sajak Mahendra Utama, Untuk Affan Kurniawan, Yang Terbaring di Aspal Jakarta

30 Agustus 2025 - 19:38 WIB

Sajak Mahendra Utama, Untuk Affan Kurniawan, Yang Terbaring di Aspal Jakarta
Trending di Kolom
error: