Menu

Mode Gelap
Credit Score Donkey’s Best Gold IRA Companies: A Comprehensive Assessment Empat Perda Disahkan, Lora Fahmi Tegaskan Komitmen Lindungi Warga Probolinggo Saat Rakyat Mengambil Alih Tugas Negara di Kabupaten Probolinggo Pemkot Probolinggo Gelar GPM di KOPI SIAGA, Tekan Lonjakan Harga Bahan Pokok Investing in Gold Coin IRAs: A Safe Path To Wealth Preservation Mostbet uz: download apk and skachat yuklab Android/IOS setup for Uzbekistan, kirish login com, reviews, owner’s photo, casino bet, uzb Android online

Ekonomi

Dukung Relaksasi Impor, Kaisar Abu Hanifah Ingatkan Pemerintah Lakukan Pemetaan Industri Secara Cermat

badge-check


					Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Kaisar Abu Hanifah. (Foto: Istimewa) Perbesar

Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Kaisar Abu Hanifah. (Foto: Istimewa)

SUARARAKYATINDO.COM – Jakarta, Pemerintah tengah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dengan mengumumkan deregulasi kebijakan impor dan percepatan perizinan usaha.

Langkah ini dijelaskan langsung oleh Wakil Menteri Perindustrian RI, Faisol Riza, bersama sejumlah menteri dalam rangka membuka ruang bagi pelaku usaha dan memperkuat sektor industri strategis.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Kaisar Abu Hanifah, menyatakan dukungannya atas langkah pemerintah.

Namun, ia mengingatkan agar pelonggaran kebijakan impor dilakukan secara selektif dan berdasarkan kajian mendalam.

“Saya mendukung kebijakan deregulasi impor dan kemudahan berusaha untuk meningkatkan daya saing industri dalam negeri serta membuka lebih banyak lapangan kerja. Tapi, relaksasi ini harus memberikan manfaat nyata dan tidak justru melemahkan industri nasional,” ujar Kaisar, dikutip Rabu (2/7/2025).

Kaisar menilai bahwa relaksasi impor harus disertai pemetaan sektor industri yang komprehensif, terutama yang masih sangat tergantung pada bahan baku dari luar negeri.

Tanpa itu, lanjutnya, justru dikhawatirkan akan terjadi benturan antara industri lokal dan barang impor yang masuk lebih bebas.

“Harus dilakukan pemetaan yang cermat terkait kebutuhan bahan baku industri yang direlaksasi, agar pelaku industri tidak dirugikan dan industri dalam negeri tetap terlindungi,” tegasnya.

Lebih lanjut, politisi PKB ini mendorong agar dalam perumusan kebijakan, pemerintah menggandeng berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pelaku industri, akademisi, hingga asosiasi industri.

Ia menyebut, kolaborasi lintas sektor penting agar kebijakan ini tidak berhenti sebatas wacana atau jargon semata.

“Masukan dari pelaku industri lokal sangat penting. Jangan sampai deregulasi ini justru menambah masalah baru. Kita butuh kebijakan yang konkret dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” pungkasnya.

Dengan dukungan yang tetap kritis dan konstruktif dari parlemen, kebijakan deregulasi diharapkan benar-benar menjadi solusi dalam memperkuat struktur industri nasional serta mempercepat pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dapur MBG di Matekan Gerakkan Ekonomi Desa, Warga Dapat Peluang Kerja Baru

20 April 2026 - 18:28 WIB

Dapur MBG di Matekan Gerakkan Ekonomi Desa, Warga Dapat Peluang Kerja Baru

Harga Emas Diprediksi Tembus Rp 82 Juta per Ounce, Goldman Sachs: Safe Haven Utama Hadapi Gejolak Global

5 September 2025 - 13:56 WIB

Harga Emas Antam Naik Lagi, Tembus Rp 2,29 Juta per Gram pada Jumat 7 November 2025

Kopdes Merah Putih Kini Bisa Ajukan Pinjaman hingga Rp3 Miliar ke Bank Himbara

5 September 2025 - 12:15 WIB

Harga Emas Tembus Rekor Tertinggi! Ini Penjelasan dan Tips Bijak Menyikapinya

5 September 2025 - 10:45 WIB

Harga Emas Antam Naik Lagi, Tembus Rp 2,29 Juta per Gram pada Jumat 7 November 2025

1.000 Ton Gula Petani Lumajang Segera Diserap, Zulkifli Hasan Pastikan Harga Tetap Stabil

21 Agustus 2025 - 21:30 WIB

Trending di Ekonomi
error: