SUARARAKYATINDO.COM – Probolinggo, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo menunjukkan kepeduliannya terhadap persoalan keumatan dan sosial melalui kunjungan ke Mapolres Probolinggo, Kamis (17/7/2025).
Tak hanya menjalin silaturahmi dengan Kapolres yang baru, AKBP M. Wahyudin Latif, MUI juga melakukan pendekatan moral terhadap tersangka pencurian kotak amal yang kini dalam proses penyidikan.
Sekretaris MUI H. Yasin dan Wakil Ketua Umum MUI KH Abdul Wasik Hannan, kunjungan ini menjadi wujud komitmen ulama dalam memperkuat sinergi dengan aparat kepolisian demi menciptakan ketenteraman dan stabilitas sosial di tengah masyarakat.
“Kami datang untuk membangun komunikasi yang erat, agar antara ulama dan aparat bisa saling mendukung dalam menjaga keamanan dan keagamaan di Probolinggo,” ujar H. Yasin usai pertemuan.
Dalam suasana hangat dan penuh keterbukaan, MUI menyampaikan dukungan terhadap upaya kepolisian dalam menegakkan hukum dan memberantas kriminalitas, khususnya yang menyentuh tempat ibadah.
Tak berhenti di situ, MUI Probolinggo juga meminta izin untuk menemui langsung tersangka pencurian kotak amal yang sempat viral di masyarakat.
Pertemuan dengan tersangka dilakukan di ruang penyidik Satreskrim Polres Probolinggo dengan pengawasan penyidik.
Dalam pertemuan itu, MUI mengajak tersangka untuk merefleksikan perbuatannya secara jujur dan mengambil hikmah dari proses hukum yang sedang dijalani.
“Kami sampaikan kepada yang bersangkutan bahwa kejahatan, apapun alasannya, tidak bisa dibenarkan apalagi jika dilakukan di tempat ibadah. Tapi sebagai sesama manusia, kami ingin ia kembali ke jalan yang benar,” tutur KH Abdul Wasik Hannan.
Menurutnya, dakwah bukan hanya disampaikan di mimbar, tetapi juga hadir di ruang-ruang kehidupan masyarakat, termasuk dalam situasi penuh keprihatinan seperti ini.
MUI menekankan bahwa rasa empati tidak berarti membela, melainkan mengajak untuk sadar dan berubah.
Lebih lanjut, MUI mengingatkan takmir masjid dan musala agar memperhatikan sistem keamanan. Upaya pencegahan seperti pemasangan CCTV dan pengelolaan kotak amal secara berkala dinilai penting untuk menghindari kejadian serupa.
“Kejahatan bisa terjadi bukan hanya karena niat pelakunya, tapi juga karena ada peluang. Maka tugas kita bersama untuk menutup celah itu,” ujar H. Yasin.
Kunjungan ini tidak hanya menjadi bagian dari edukasi moral kepada pelaku, tapi juga sebagai bentuk konkret peran ulama dalam memitigasi potensi kejahatan berbasis lingkungan ibadah.
MUI menegaskan komitmennya untuk terus berada di garda terdepan dalam mengawal nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan.
“Kami ingin Kabupaten Probolinggo terus tumbuh sebagai wilayah yang damai, agamis, dan saling menjaga antarwarga,” pungkas KH Abdul Wasik Hannan.













