Menu

Mode Gelap
Saat Rakyat Mengambil Alih Tugas Negara di Kabupaten Probolinggo Pemkot Probolinggo Gelar GPM di KOPI SIAGA, Tekan Lonjakan Harga Bahan Pokok Investing in Gold Coin IRAs: A Safe Path To Wealth Preservation Mostbet uz: download apk and skachat yuklab Android/IOS setup for Uzbekistan, kirish login com, reviews, owner’s photo, casino bet, uzb Android online Best Gold IRA Companies of 2020 Understanding 401k Rollover Gold: A Secure Investment For Retirement

Daerah

Petani Cabe Rawit di Probolinggo Mulai Tembus Rp 75 Simak Faktanya

badge-check


					Harga Cabe Rawit melonjak naik hingga 75 RB Perbesar

Harga Cabe Rawit melonjak naik hingga 75 RB

SUARARAKYATINDO.COM, Probolinggo – Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok masih dirasakan masyarakat di Pasar Semampir, Kabupaten Probolinggo, dalam beberapa hari terakhir. Salah satu komoditas yang mengalami lonjakan signifikan adalah cabai kecil, yang kini diperdagangkan hingga Rp 75.000 per kilogram.

Seorang pedagang, Kiki, mengungkapkan bahwa sebelumnya harga cabai kecil masih berada di kisaran Rp 55.000 per kilogram. Namun, dalam waktu singkat harganya naik cukup tajam. “Sekarang cabai kecil jadi yang paling mahal. Kenaikannya sangat terasa bagi pembeli,” katanya, Jumat (5/12).

Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas tomat. Meski mengalami penurunan dari harga tertingginya, tomat saat ini masih dijual sekitar Rp 10.000 per kilogram setelah sebelumnya sempat menyentuh Rp 15.000 per kilogram. Harga tersebut dinilai masih cukup membebani konsumen.

Tidak hanya sayuran, harga bahan pangan hewani pun belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Harga daging ayam potong masih bertahan di angka Rp 40.000 per kilogram, sementara telur ayam berada di kisaran Rp 32.000 per kilogram. Situasi ini berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat.

“Pembelinya masih ada, tapi sekarang banyak yang belanjanya dikurangi. Biasanya beli dua kilo, sekarang cuma satu kilo,” tambah Kiki.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo, Sugeng Wiyanto, menyebutkan bahwa kenaikan harga dipicu oleh faktor cuaca yang memengaruhi hasil panen. Cuaca yang kurang bersahabat menyebabkan produksi petani tidak maksimal sehingga pasokan di pasaran menjadi terbatas.

Menurut Sugeng, kondisi ini diperkirakan bersifat sementara. Ia memprediksi harga akan mengalami fluktuasi dalam waktu dekat seiring masuknya masa panen. “Ketika panen mulai berjalan, harga bisa turun atau setidaknya lebih stabil. Harapannya, cuaca ke depan lebih mendukung,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wali Kota Absen, Rapat Paripurna LKPJ DPRD Kota Probolinggo Dijadwal Ulang

20 April 2026 - 18:35 WIB

Pemerintah Kota Probolinggo Wajibkan OPD Gunakan Air Mineral Lokal, DPRD Soroti Potensi Keberpihakan

Genggong Go Green ke-7, Gerakan Moral Bersepeda untuk Efisiensi Energi

19 April 2026 - 17:10 WIB

Genggong Go Green ke-7, Gerakan Moral Bersepeda untuk Efisiensi Energi

Ketua PC GP Ansor Kraksaan Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Aksi di Rumah Pribadi

19 April 2026 - 13:28 WIB

Ketua PC GP Ansor Kraksaan Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Aksi di Rumah Pribadi

Abd Wahid Resmi Jadi Sekretaris PC GP Ansor Kraksaan, Tegaskan Dipilih Lewat Pleno Sah

19 April 2026 - 10:53 WIB

Abd Wahid Resmi Jadi Sekretaris PC GP Ansor Kraksaan, Tegaskan Dipilih Lewat Pleno Sah

Komandan Banser Kraksaan Bantah Keterlibatan Organisasi dalam Aksi di Kediaman Ketua GP Ansor

19 April 2026 - 10:48 WIB

Komandan Banser Kraksaan Bantah Keterlibatan Organisasi dalam Aksi di Kediaman Ketua GP Ansor
Trending di Daerah
error: