SUARARAKYATINDO.COM, Probolinggo- Bupati Probolinggo, Mohammad Haris atau yang akrab disapa Gus Haris, mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo agar tidak menggunakan LPG 3 kilogram (kg). Gas bersubsidi tersebut, menurutnya, diperuntukkan khusus bagi masyarakat kurang mampu.
Ia menegaskan, LPG 3 kg atau yang dikenal sebagai gas melon hanya boleh digunakan oleh rumah tangga miskin, petani dan nelayan sasaran, serta pelaku usaha mikro. Karena itu, ASN dan masyarakat mampu diminta untuk beralih ke produk nonsubsidi.
“Saya mengimbau teman-teman ASN untuk bijak dan tidak menggunakan LPG 3 kilogram. Begitu juga masyarakat yang mampu,” ujar Gus Haris.
Tak hanya ASN, peringatan juga ditujukan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Probolinggo agar tidak memakai gas melon untuk operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan akan melakukan pengecekan guna memastikan imbauan tersebut dipatuhi.
“Teman-teman SPPG dimohon tidak menggunakan LPG 3 kilogram. Ini menjadi perhatian serius dan akan kami cek,” tegasnya.
Menanggapi keluhan warga terkait kelangkaan gas melon, Pemkab Probolinggo mengaku telah berkoordinasi intensif dengan Pertamina untuk menambah kuota dan memperlancar distribusi. Namun, tambahan pasokan yang diberikan dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Berapa pun penambahan kuota selalu terasa kurang dan belum mencukupi,” ungkapnya.
Dalam sepekan terakhir, Pemkab Probolinggo juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan, agen, dan titik distribusi LPG 3 kg. Sidak bahkan digelar serentak di 24 kecamatan guna memastikan stok tersedia dan harga tetap sesuai ketentuan.
Ia menekankan tidak akan mentolerir praktik penimbunan maupun tindakan spekulatif lain yang menyebabkan kelangkaan dan lonjakan harga di pasaran.
“Saya tidak akan memberikan toleransi kepada siapa pun yang mencoba memanfaatkan situasi hingga LPG 3 kilogram menjadi langka dan mahal,” tandasnya.
Sementara itu, Sales Branch Manager (SBM) Gas Pertamina Malang V, Faisal Fahd, menjelaskan bahwa pasokan LPG 3 kg ke Kabupaten Probolinggo sejak awal April 2026 telah mencapai 436 ribu tabung. Distribusi disebut berjalan lancar, termasuk penyaluran 34 ribu tabung pada Kamis (16/4/2026).
Menurutnya, kelangkaan yang terjadi dipicu oleh dua faktor utama, yakni aksi panic buying dari masyarakat serta ulah spekulan yang membuat ketersediaan tidak stabil.
Sebagai langkah antisipasi, Pertamina menyiapkan operasi pasar di sejumlah titik yang mengalami kelangkaan, dengan jumlah pasokan yang akan disesuaikan kebutuhan di masing-masing wilayah.













