Menu

Mode Gelap
Post By @mindbodybydoc · 1 Video Paito Broto4D sebagai Media Visual untuk Membaca Pola Angka Secara Akurat Kades Pakel Lumajang Dikeroyok di Rumahnya, Polisi Selidiki Motif Serangan Paito Warna HK Lotto untuk Membaca Tren Angka dengan Pendekatan Visual Minibus Tabrak Honda Scoopy di Triwung Kidul, Pengendara Motor Dilarikan ke RS Bupati Probolinggo Larang ASN Gunakan LPG 3 Kg, SPPG MBG Ikut Diingatkan

Kolom

Puisi Tan Hamzah, “Ciuman”

badge-check


					Malioboro Yogyakarta tempo dulu yang begitu indah dan klasik. (Foto; Ig Yogyakarta) Perbesar

Malioboro Yogyakarta tempo dulu yang begitu indah dan klasik. (Foto; Ig Yogyakarta)

Ciuman

Ingatkah Engkau pada ciuman panjang sepanjang jalan Malioboro
Beraroma gorengan mendoan, teh manis, atau wangi baju oblong?
Kini kota begitu sibuk, semenjak engkau pergi
Jalan setapakku dirampas
Sedang jalan raya kini penuh mobil hilir mudik mengangkut kecemasan
Terkadang aku ragu untuk berjalan lagi
Takut kena tabrak lari, atau aku menabrakkan diri
Pecah bagai puisi
Beraroma gorengan angkringan
Yang tak lagi merakyat
Ohhh kota kini beraroma debu, knalpot, dan berisik
Aku rindu kecupanmu
Bercumbu sepanjang malioboro
Tak lupa parkir di Abu Bakar Ali
Dan jajan di pasar kembang
Kini apakah engkau tahu, bahwa tiada lagi pelanggan
Ciuman dan kecupan sekrang bisa dipesan

Kabar

Seseorang datang membawa kabar gembira padaku
Ia baru saja bertemu Tuhan
Di sudut-sudut warung, tempat tongkrongan
Disanalah tuhan bersemayam
Katanya
Satu hari saja, lima kali
Memberi kabar bahwa ia baik-baik saja
Kataku
Aku memberi kabar terlalu sering
Entah berapa kali sudah dalam sehari
Bangun tidur kuberi kabar
Mau ke kamar mandi kuberi kabar
Keluar kamar mandi kuberi kabar
Keluar rumah kuberi kabar
Naik motor kuberi kabar
Mau makan kuberi kabar
Selesai makan kuberi kabar
Mau belajar kuberi kabar
Selesai belajar kuberi kabar
Bahkan sampai bersimpun kuberi kabar
Agar tuhan tidak mengkhawatirkan aku
Aku pasti baik-baik saja

Demi

Demi telaga biru dalam matamu
Demi savana hijau di jari manismu
Demi rimbun rindang pandanganmu
Aku berteduh dalam sejukmu
Demi hamparan sajadahmu
Demi doa khutbah di jum’at besarmu
Demi para syuhada yang menjemputmu
Aku mencintaimu

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kritik dalam Demokrasi: Antara Hak Politik dan Tuduhan Makar

7 April 2026 - 19:01 WIB

Kritik dalam Demokrasi: Antara Hak Politik dan Tuduhan Makar

Makan Bergizi Gratis (MBG) : Kebijakan Populis yang Mengorbankan Pendidikan?

16 Februari 2026 - 18:41 WIB

Ilustrasi Anggaran Pendidikan dan Program MBG 2026

Jangan Selalu Norma, Mari Pandang Coming Out LGBTQ+ Dari Kacamata Psikologi

1 Oktober 2025 - 20:55 WIB

Jangan Selalu Norma, Mari Pandang Coming Out LGBTQ+ Dari Kacamata Psikologi

Kisah Kelam Sejarah G30S PKI, Mahasiswa Harus Jadi Garda Terdepan Menjaga Ideologi Pancasila

1 Oktober 2025 - 12:35 WIB

Kisah Kelam Sejarah G30S PKI, Mahasiswa Harus Jadi Garda Terdepan Menjaga Ideologi Pancasila

Sajak Mahendra Utama, Untuk Gus Imin di Hari Lahirmu

24 September 2025 - 12:20 WIB

Sajak Mahendra Utama, Untuk Gus Imin di Hari Lahirmu
Trending di Kolom
error: