Menu

Mode Gelap
Post By @mindbodybydoc · 1 Video Paito Broto4D sebagai Media Visual untuk Membaca Pola Angka Secara Akurat Kades Pakel Lumajang Dikeroyok di Rumahnya, Polisi Selidiki Motif Serangan Paito Warna HK Lotto untuk Membaca Tren Angka dengan Pendekatan Visual Minibus Tabrak Honda Scoopy di Triwung Kidul, Pengendara Motor Dilarikan ke RS Bupati Probolinggo Larang ASN Gunakan LPG 3 Kg, SPPG MBG Ikut Diingatkan

Kolom

Aidit Adalah Marga Habaib

badge-check


					Konon Foto ini adalah DN Aidit bersama ayahnya Abdullah bin Ismail Aidit. (Foto: ist/ilustrasi) Perbesar

Konon Foto ini adalah DN Aidit bersama ayahnya Abdullah bin Ismail Aidit. (Foto: ist/ilustrasi)

Oleh: Maulana Sholehodin

Bulan september adalah bulan bahagiaku sebab aku lahir di bulan ini dan Vina Panduwinata pada tahun 1982 menghormatinya dengan lagu september ceria. Tapi naifnya bulan ini di akhiri oleh peristiwa G 30 S PKI sehingga diskusi komunis pun selalu ramai di bulan ini. Maka kali ini saya menjadi tertarik diskusi PKI.

Saya tidak menolak fakta kekejaman PKI pada pemberontakan madiun, juga saya tidak menolak fakta tragedi lubang buaya walau harus dan masih perlu diteliti siapa otaknya. Sebagai anak NU saya bahagia PKI hancur sebab dia pesaing terberat NU dalam kontestasi pemilu Orla. Tapi sungguh saya juga tertarik pada lekukan lekukan sejarah yang jarang didiskusikan orang seperti Marga Aidit, benarkah dia alawiyyin cucu nabi Muhammad SAW atau bukan?

Aidit atau Aidid berasal dari sebuah nama perkampungan yang terletak di sebelah barat daya Kota Tarim, Hadramaut, Yaman. Daerah ini awalnya sebuah lembah yang gelap gulita. Konon, tidak ada yang berani masuk atau melintasi lembah itu,

Kemudian seorang ulama datang bernama Al-Imam Muhammad bin Ali Shahib Al-Hauthah memutuskan tinggal dan membangun wilayah Aidid pada abad ke sembilan Hijriah. Beliau keturunan generasi ke-23 Rasulullah shalalahu alaihi wassalam. Sejak itu beliau diberi gelar Aidid di belakang namanya. Dari Al-Imam Muhammad bin Ali Shahib Al-Hauthah inilah marga Aidid bermula. Keturunan Aidid ini kemudian banyak yang berhijrah ke belahan wilayah lain, seperti Afrika, India, hingga Indonesia. Di Indonesia, marga Aidid kerap disebut dengan ejaan Aidit. Dan di Afrika tertulis dengan ejaan Aideed.
.
Marga Aidid sama halnya dengan marga besar lain, seperti Al-Habsyi, Al-Atas, Assegaf, Shihab, dan marga lain yang merupakan keturunan langsung dari cucu Rasulullah shalalahu alaihi wassalam, Hasan dan Husein.

Dalam sebuah wawancara putra DN Aidit, Ilham Aidit. Dia mengaku bahwa nama Aidit yang mereka sandang adalah nama marga. Riwayat Aidit yang disampaikan Ilham pun mirip dengan kisah marga Aidid. Ilham menjelaskan, nama Aidit yang mereka sandang berasal dari nama marga sang kakek, yakni Abdullah Aidit bin Haji Ismail Aidit.

Sang kakek pun pernah berkisah pada Ilham soal nama Aidit yang mereka sandang adalah dzurriyah nabi “Kakek saya (Abdullah Aidit) selalu bercerita tentang itu. Dia bilang (Aidit) ini tidak sembarangan, punya garis keturunan Rasulullah kalau diurut dari stamboom (silsilah).

Pada tajun 1930-an pemegang nama marga Aidit sangat banyak di Indonesia, terutama di Sumatra dan Kalimantan. Namun sstelah kasus 30 September 1965, pemilik nama marga Aidit perlahan menghilang dari Indonesia. Takut disangkut pautkan dengan aidit Yang di posisikan pemberontak. Bahkan saat pembacaan tahlilan penyebutan nama dengan menghilangkan gelar aidit. Begitu nestapanya marga Aidit saat itu.

Keterangan Ilham Aidit soal asal usul marga keluarganya ditanggapi oleh Perkumpulan Marga Aidid di Indonesia. Habib Alwi selaku ketua Perkumpulan Marga Aidid menolak Aidit yang disandang pentolan PKI itu, sama sekali tidak terkait dengan marga Aidid.

Menurut J.F. Tualaka dalam Buku Pintar Politik: Sejarah, Pemerintahan, dan Ketatanegaraan (2009), keluarga Abdullah Aidit amat terpandang di Belitung kendati termasuk pendatang. Leluhurnya berasal dari Agam, Sumatra Barat. Abdullah Aidit bin Haji Ismail Aidit dikenal sebagai tokoh agama dan panutan masyarakat, juga mantri kehutanan. Ia pendiri jam’iyah Nurul Islam.

Ayah Abdullah atau kakek Achmad, Aidit bernama Haji Ismail, adalah pengusaha ikan yang sukses sekaligus sosok yang dihormati lantaran kaya raya dan sudah Haji. Sementara dari garis ibu, keluarga Aidit tidak kalah pamornya. Nyi Ayu Mailan, ibunda Achmad Aidit, berasal dari keluarga bangsawan. Ayah Mailan yang juga kakek Achmad Aidit, Ki Agus Haji Abdul Rahman, adalah seorang tuan tanah, kaya-raya, sudah haji pula.

Pergaulan Achmad semakin luas. Memasuki era pendudukan Jepang yang berlangsung sejak 1942, ia berkenalan dan terlibat intensif dengan tokoh-tokoh nasional macam Sukarno, Wikana, Chaerul Saleh, Sukarni, dan lain-lainnya. Menjelang masa-masa itu, Achmad Aidit memutuskan berganti nama menjadi Dipa Nusantara (D.N.) Aidit.

Teman saya bertanya kalau habaib kenapa murtad? Saya jawab tahu dari mana DN aidit murtad? Komunis itu ideologi bukan Agama. Dan fakta fakta sejarah masih banyak yang belum diungkap tentang apa sebenarnya yang terjadi pada saat itu? karena dilarang dan tutup rapat rapat oleh orde baru. Dan kitapan selalu mengawali diskusi tentang ini dengan emosi, bahkan tiba tiba sangat baper dan sensitif.

Saya berharap ada tes DNA pada ilham aidit putra DN Aidit untuk mengakhiri perdebatan unik ini.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kritik dalam Demokrasi: Antara Hak Politik dan Tuduhan Makar

7 April 2026 - 19:01 WIB

Kritik dalam Demokrasi: Antara Hak Politik dan Tuduhan Makar

Makan Bergizi Gratis (MBG) : Kebijakan Populis yang Mengorbankan Pendidikan?

16 Februari 2026 - 18:41 WIB

Ilustrasi Anggaran Pendidikan dan Program MBG 2026

Jangan Selalu Norma, Mari Pandang Coming Out LGBTQ+ Dari Kacamata Psikologi

1 Oktober 2025 - 20:55 WIB

Jangan Selalu Norma, Mari Pandang Coming Out LGBTQ+ Dari Kacamata Psikologi

Kisah Kelam Sejarah G30S PKI, Mahasiswa Harus Jadi Garda Terdepan Menjaga Ideologi Pancasila

1 Oktober 2025 - 12:35 WIB

Kisah Kelam Sejarah G30S PKI, Mahasiswa Harus Jadi Garda Terdepan Menjaga Ideologi Pancasila

Sajak Mahendra Utama, Untuk Gus Imin di Hari Lahirmu

24 September 2025 - 12:20 WIB

Sajak Mahendra Utama, Untuk Gus Imin di Hari Lahirmu
Trending di Kolom
error: