Menu

Mode Gelap
Exploring the 2026 Gambling Market Groundbreaking Hotel Azana Style Kraksaan Dimulai, Jadi Harapan Baru Investasi dan Pariwisata Probolinggo Pipa Utama Pecah, Distribusi Air Perumdam Bayuangga di Kota Probolinggo Lumpuh Advokat Moh. Ali Murtadho Sebut Hellyana Tidak Memiliki Niat Jahat dalam Kasus Ijazah Pemkab Probolinggo Gelar Aksi Bersih Pantai Gili Ketapang, Jaga Daya Tarik Wisata Bahari Penjual Tempe di Probolinggo Dibegal Saat Subuh, Motor dan Dagangan Raib

News

Blak-blakan! Said Aqil Siradj Singgung Campur Tangan Jokowi di Muktamar NU Lampung

badge-check


					KH. Aqil Siradj, Mantan Ketua Umum PBNU blak-blakan Perbesar

KH. Aqil Siradj, Mantan Ketua Umum PBNU blak-blakan

SUARARAKYATINDO.COM – Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj, secara terbuka mengungkap dugaan keterlibatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam proses pemilihan Ketua Umum PBNU pada Muktamar NU 2021 di Lampung.

Dalam pernyataannya yang disampaikan saat menjadi tamu di kanal YouTube Akbar Faisal Uncensored dan diunggah pada 31 Maret 2025, Kiai Said menyebut bahwa Jokowi tidak menginginkan dirinya kembali memimpin ormas Islam terbesar di Indonesia tersebut.

“Walhasil, Pak Jokowi tidak senang kalau saya terpilih lagi di NU. Maka di Lampung semua itu, yah, diatur, dan saya harus kalah,” kata KH Said Aqil, dikutip Rabu (9/4/2025).

Kiai Said menuturkan adanya skenario yang sengaja dirancang untuk menjegalnya dalam pemilihan Ketua Umum PBNU. Hasilnya, ia kalah, dan KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya terpilih sebagai Ketua Umum.

Pernyataan blak-blakan itu bermula saat Akbar Faisal menyentil hubungan Kiai Said dengan kekuasaan saat masih menjabat sebagai Ketua Umum PBNU. Namun, Said menampik anggapan tersebut dan menegaskan bahwa dirinya selalu menjaga jarak dengan pemerintah, baik pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maupun Presiden Jokowi.

Ia juga membandingkan situasinya dengan almarhum Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang juga pernah mendapat tekanan besar saat Muktamar NU Cipasung pada 1994, di bawah kekuasaan Presiden Soeharto.

“Saya tidak sebesar Gus Dur… Tapi Gus Dur kuat, tetap menang. Saya tidak sehebat beliau,” ujarnya.

Sebagai penutup, Kiai Said memberikan peringatan tegas bagi siapa pun yang mencoba campur tangan dalam urusan NU.

“Ini catatan bahwa siapa pun yang mempermainkan Nahdlatul Ulama, insyaallah ada balasannya,” tandasnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polda Metro Jaya Kantongi Inisial Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Diduga Lebih dari Empat Orang

18 Maret 2026 - 20:24 WIB

Usai Difitnah, Sekjen Organisasi Mahasiswa Laporkan Pelaku ke Polres Metro Jakarta Selatan

29 Januari 2026 - 22:52 WIB

Ormas Lakukan Tindakan Premanisme, ALMA Desak Polisi Usut Pengusiran Nenek di Surabaya

24 Desember 2025 - 23:36 WIB

Temui Puan Maharani, Aspirasi Kiai Kampung Dijanjikan Masuk Agenda Transformasi DPR

5 September 2025 - 17:13 WIB

Gelombang Protes Kasus Affan Kurniawan Meluas, Ribuan Massa Bakar Fasilitas di Polda DIY

29 Agustus 2025 - 22:56 WIB

Trending di News
error: