Menu

Mode Gelap
Kades Pakel Lumajang Dikeroyok di Rumahnya, Polisi Selidiki Motif Serangan Paito Warna HK Lotto untuk Membaca Tren Angka dengan Pendekatan Visual Minibus Tabrak Honda Scoopy di Triwung Kidul, Pengendara Motor Dilarikan ke RS Bupati Probolinggo Larang ASN Gunakan LPG 3 Kg, SPPG MBG Ikut Diingatkan The Rise of Sugar Daddy Websites in South Africa: A new Age Of Relationships Understanding Private Jet Charter Prices: A Complete Information

Kolom

Cak Imin dan Mahfud MD: Pertarungan Dua Tokoh NU

badge-check


					Muhaimin Iskandar dan Mahfudz Md Saat foto bersama. (Foto: Ist/ilustrasi) Perbesar

Muhaimin Iskandar dan Mahfudz Md Saat foto bersama. (Foto: Ist/ilustrasi)

Oleh: Atiqurrahman

Kedua tokoh ini sama-sama mewakili aspirasi dan kepentingan warga NU. Sebab, keduanya tumbuh dan berkembang dalam lingkungan tradisi Nahdliyyin.

Cak Imin sendiri adalah cucu dari Kiyai Bisri Syansuri, pendiri Nahdhatul Ulama sekaligus pejuang kemerdekaan. Jadi, kira-kira Cak Imin itu sudah NU sejak dalam kandungan.

Karir Cak Imin pun dimulai dari PMII. Sebuah organisasi mahasiswa yang lahir dari tubuh NU. Tetapi pada 1971, PMII melepaskan diri dari bayang-bayang NU. Karena saat itu NU berpolitik praktis.

Karir aktivisme Cak Imin terbilang sukses dalam PMII. Ia pernah menjabat ketua umum PMII cabang Yogyakarta, 1991. Setelah tiga tahun, ia kembali terpilih sebagai ketua umum PB PMII, 1994.

Salah satu “legacy” Cak Imin bagi PMII adalah terbangunnya sebuah paradigma berpikir kritis dalam tubuh PMII. Dan paradigma berpikir inilah menjadi pisau analisis bagi arah gerakan PMII untuk menjawab berbagai realitas kebangsaan, keislaman dan kemanusian.

Sedangkan Mahfud MD, lahir di Madura. NU di Madura seperti agama. Sebab, penduduk Madura dalam kehidupannya sangat menjunjung tinggi amaliyah-amaliyah tradisi Nahdliyyin. Jadi, ke-NU-an Mahfud MD tidak perlu diragukan lagi.

Karir Mahfud MD dimulai dari HMI Yogyakarta. Aktivisme dan intelektualitas Mahfud MD sangat menonjol masa itu. Bahkan ia pernah memimpin sebuah Majalah mahasiswa bersama sahabatnya (Alm) AE Priyono.

Selepas itu, Mahfud MD menjadi dosen muda di kampus almamaternya, UII Yogyakarta. Kemudian, pada awal 1999, Ia dipanggil oleh Gus Dur untuk dijadikan sebagai Menteri Pertahanan.

Menariknya adalah keduanya sama-sama menjadi kader ideologis dan orang dekatnya Gus Dur. Gus Dur secara tidak langsung telah memberikan pembelajaran politik bagi keduanya sebagai modal dalam meniti karir kedepannya.

******

Kini dua tokoh NU ini sedang bertarung dan memperebutkan suara politik warga Nahdliyyin. Terutama daerah Jawa Timur yang notabene sebagai basis warga Nahdliyyin.

Pun, keduanya juga acap kali mengunjungi pesantren-pesantren yang ada di Jawa Timur. Menemui berbagai Kiyai dan menyapa ribuan santri, tentu saja demi mendulang suara politik.

Bagi saya, secara modal politik, Cak Imin lebih unggul dan kuat dibandingkan Mahfud MD. Sebab, ia mempunyai mesin politik dengan ribuan kader yang siap memenangkannya.

Apalagi, Cak Imin dan PKB telah lama memiliki jaringan dan konektifitas dengan pesantren-pesantren sebagai basis pemilihnya. Bahkan, berkat PKB-lah UU pesantren bisa lahir.

Artinya segala aspirasi dan kepentingan pesantren sudah diakui dan diakomodasi oleh negara. Akan tetapi, eksistensi pesantren tetap menjadi sebuah entitas subkultur nusantara yang takkan tergerus oleh arus modernitas.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kritik dalam Demokrasi: Antara Hak Politik dan Tuduhan Makar

7 April 2026 - 19:01 WIB

Kritik dalam Demokrasi: Antara Hak Politik dan Tuduhan Makar

Makan Bergizi Gratis (MBG) : Kebijakan Populis yang Mengorbankan Pendidikan?

16 Februari 2026 - 18:41 WIB

Ilustrasi Anggaran Pendidikan dan Program MBG 2026

Jangan Selalu Norma, Mari Pandang Coming Out LGBTQ+ Dari Kacamata Psikologi

1 Oktober 2025 - 20:55 WIB

Jangan Selalu Norma, Mari Pandang Coming Out LGBTQ+ Dari Kacamata Psikologi

Kisah Kelam Sejarah G30S PKI, Mahasiswa Harus Jadi Garda Terdepan Menjaga Ideologi Pancasila

1 Oktober 2025 - 12:35 WIB

Kisah Kelam Sejarah G30S PKI, Mahasiswa Harus Jadi Garda Terdepan Menjaga Ideologi Pancasila

Sajak Mahendra Utama, Untuk Gus Imin di Hari Lahirmu

24 September 2025 - 12:20 WIB

Sajak Mahendra Utama, Untuk Gus Imin di Hari Lahirmu
Trending di Kolom
error: