Suararakyatindo.com – Yogyakarta, Candi Prambanan dikenal sebagai Candi Roro Jonggrang. Candi Roro Jonggrang sendiri yakni kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang terletak di Yogyakarta.
Candi Prambanan ini dibangun pada abad ke-9 oleh Rakai Pikatan dari Dinasti Sanjaya, candi ini didedikasikan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu, Brahma (dewa pencipta), Wisnu (dewa pemelihara), dan Siwa (dewa penghancur).
Seperti yang dilansir dari berbagai sumber, ini Sejarah dan Latar Belakang singkat Candi Prambanan
Candi Prambanan pertama kali dibangun sekitar tahun 850 Masehi oleh Rakai Pikatan, dan kemudian diperluas oleh Raja Lokapala dan Balitung Maha Sambu dari Dinasti Mataram.
Kompleks ini dirancang untuk menunjukkan kebesaran Hindu sebagai penyeimbang dari Candi Borobudur yang merupakan candi Buddha terbesar di dunia.
Selama berabad-abad, candi ini sempat terbengkalai dan tertimbun oleh abu vulkanik dari letusan Gunung Merapi, hingga ditemukan kembali oleh pemerintah kolonial Belanda pada abad ke-19.
Arsitektur dan Tata Letak
Candi Prambanan memiliki tata letak yang sangat simetris dan rapi, dengan candi utama yang menjulang setinggi 47 meter di pusat kompleks. Kompleks ini terdiri dari tiga zona utama:
1. Zona Bhurloka (Dunia Bawah):
agian ini melambangkan dunia manusia yang penuh dengan hawa nafsu dan kekotoran. Zona ini terdiri dari halaman luar yang dikelilingi oleh dinding yang kini sebagian besar sudah runtuh.
2. Zona Bhuvarloka (Dunia Tengah):
Melambangkan tempat pertapaan dan upaya penyucian diri. Di zona ini terdapat halaman tengah dengan 224 candi perwara (candi kecil) yang tersusun dalam empat baris konsentris.
3. Zona Svarloka (Dunia Atas):
Melambangkan dunia para dewa dan kebahagiaan abadi. Di sini terdapat halaman dalam yang berisi tiga candi utama: Candi Siwa, Candi Brahma, dan Candi Wisnu, serta beberapa candi pendamping seperti Candi Nandi, Candi Garuda, dan Candi Angsa.
Relief dan Seni Pahat
Salah satu keunggulan dari Candi Prambanan adalah reliefnya yang indah dan detail. Relief-relief tersebut menceritakan kisah Ramayana dan Bhagavata Purana, serta berbagai cerita mitologi Hindu lainnya.
Relief ini tidak hanya menggambarkan adegan-adegan dramatik, tetapi juga menampilkan kehidupan sehari-hari masyarakat pada masa itu.
Pemugaran dan Konservasi
Sejak ditemukan kembali, Candi Prambanan telah mengalami beberapa kali pemugaran untuk mengembalikan kemegahannya.
Pada tahun 1991, kompleks candi ini diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Meski demikian, candi ini masih menghadapi ancaman dari gempa bumi dan letusan Gunung Merapi.
Upaya konservasi terus dilakukan oleh pemerintah Indonesia dan berbagai organisasi internasional untuk memastikan kelestarian candi ini.
Wisata dan Budaya
Disisi lain, Candi Prambanan merupakan salah satu destinasi wisata terpopuler di Yogyakarta dan sering menjadi lokasi berbagai acara budaya, termasuk sendratari Ramayana yang terkenal.
Pengunjung dapat menikmati keindahan arsitektur candi, mengagumi relief-relief yang menakjubkan, serta belajar tentang sejarah dan budaya Hindu di Indonesia.
Sebagai informasi, Candi Prambanan adalah simbol kebesaran budaya dan spiritualitas Hindu di Indonesia. Dengan arsitektur megah dan sejarah yang kaya, candi ini tidak hanya menjadi warisan budaya yang berharga bagi bangsa Indonesia, tetapi juga daya tarik wisata yang mempesona bagi wisatawan dari seluruh dunia.
Mengunjungi Candi Prambanan adalah perjalanan melintasi waktu yang membawa kita lebih dekat pada kebijaksanaan dan keindahan peradaban kuno.






