Menu

Mode Gelap
Comparative Research Of Gold IRA Companies: A Complete Analysis Exploring Sugar Daddy Websites In Spain: A Complete Study Enam Pejabat Pemkab Probolinggo Dilantik, Bupati Haris Tekankan Integritas dan Kinerja DPRD Kota Probolinggo Sampaikan Rekomendasi LKPJ 2025, Soroti Dampak Nyata Pembangunan The Rise of Private Plane Flights: A Brand new Era In Air Travel Buying Gold Online within The USA: A Comprehensive Guide

Kolom

Desa dan Spirit Urbanisasi

badge-check


					Sosok penulis yang berasal dari pencinta kopi. (Foto; SRI) Perbesar

Sosok penulis yang berasal dari pencinta kopi. (Foto; SRI)

Oleh; Analistunanetra

Hukum kausalitas tetap berlaku pada semua realitas, suatu akibat yang menuai perselisihan-penyebabnya apa dan siapa, ada yang mengatakan ini lebih spesifik terjadi dalam diri individu namun kritikan tak henti mengarah kepada pendapat itu, karena dinilai menyalahkan korban

Aliran Ameliorism mempunyai persepsi bahwa evolusi lebih dominan terjadi akibat faktor individu, akan tetapi kalau hal itu di kembalikan terhadap fakta di lapangan banyak sikap atau tindakan sosial tidak serta merta atas dorongan dari per individu, diantaranya adalah tindakan acuh tak acuh terhadap pemerintah dalam memenuhi haknya (bukan karena tidak terpenuhi harapan normatifnya)

Setelah mencoba mengamati di desa saya ketika ngobrol dengan salah satu penduduk sekitar, responnya tidak begitu perduli terhadap pemerintah, kesimpulan yang saya peroleh adalah, tentang doktrinisasi turun temurun yang diwariskan dari masa ke masa perihal ketercelaan hidup yang bergantung kepada seseorang (kemandirian) apalagi terhadap pemerintah yang justru mereka nilai kotor.

Mungkin doktrin ini berdampak disfungsi pemerintah dalam menjalankan tugasnya, ketika pemerintahan di pemimpin oleh orang yang sewenang-wenang, dzalim dan khianat justru memudahkan untuk melakukan kecurangan yang dapat merugikan

Tetapi ada sisi positifnya yang dapat kita petik, tentang liberasi yang datang dari individu, bahwasanya kegagalan adalah sesuatu yang normatif, hal itu tidak lagi di tujukan terhadap pemerintah melainkan pada diri masing-masing yang tidak memiliki spirit progresifitas dan kreativitas, sehingga menjadi mindset yang bersifat ambisi individu sehingga banyak dari masyarakat berkompetisi dalam mewujudkan kesuksesan dengan cara merantau keluar kota bahkan luar pulau

Hal ini bukan faktor geografis kurang mensupport kebutuhan mereka, melainkan paradigma yang terbentuk dari waktu ke waktu dimana individu banyak punya semangat merantau karena terkesan lebih cepat mendapatkan apa yang mereka inginkan

Seiring berjalannya waktu semakin banyak pula perpindahan penduduk dari desa ke kota bahkan mayoritas diantaranya tamatan pendidikan sekolah dasar, tentu evolusi sosial yang terjadi dari aspek solidaritas banyak mengalami pergeseran, dari solidaritas mekanik (Solidaritas mekanik adalah suatu hal yang bergantung pada kesamaan sifat, karakter, kepercayaan, dan norma yang dianut masyarakat.”)ke solidaritas organik terkadang membentuk pribadi individu sehingga sampai ke tempat tinggalnya

Rupanya penduduk di desa saya lebih dulu paham pada transformasi kesadaran, sehingga mempunyai inisiatif menciptakan komunitas kepemudaan, berorientasi terhadap pendidikan melalui pendekatan sejarah, sehingga budaya pedesaan tetap melekat dalam diri mereka meskipun di hadapkan dengan arus budaya perkotaan

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kritik dalam Demokrasi: Antara Hak Politik dan Tuduhan Makar

7 April 2026 - 19:01 WIB

Kritik dalam Demokrasi: Antara Hak Politik dan Tuduhan Makar

Jangan Selalu Norma, Mari Pandang Coming Out LGBTQ+ Dari Kacamata Psikologi

1 Oktober 2025 - 20:55 WIB

Jangan Selalu Norma, Mari Pandang Coming Out LGBTQ+ Dari Kacamata Psikologi

Kisah Kelam Sejarah G30S PKI, Mahasiswa Harus Jadi Garda Terdepan Menjaga Ideologi Pancasila

1 Oktober 2025 - 12:35 WIB

Kisah Kelam Sejarah G30S PKI, Mahasiswa Harus Jadi Garda Terdepan Menjaga Ideologi Pancasila

Sajak Mahendra Utama, Untuk Gus Imin di Hari Lahirmu

24 September 2025 - 12:20 WIB

Sajak Mahendra Utama, Untuk Gus Imin di Hari Lahirmu

Sajak Mahendra Utama, Untuk Affan Kurniawan, Yang Terbaring di Aspal Jakarta

30 Agustus 2025 - 19:38 WIB

Sajak Mahendra Utama, Untuk Affan Kurniawan, Yang Terbaring di Aspal Jakarta
Trending di Kolom
error: