SUARARAKYATINDO.COM, Probolinggo – Penanganan banjir di Desa Opo-opo, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, kini memasuki tahap konkret. Sinergi lintas sektor mulai terlihat dengan dilaksanakannya normalisasi dan pelebaran sungai di Dusun Sumber Banger pada Rabu (04/02/2026).
Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari aspirasi warga yang sebelumnya disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP). Komisi III Gus Mochammad Al-Fatih, DPRD Kabupaten Probolinggo turun langsung ke lokasi untuk memastikan proses penanganan berjalan sesuai harapan masyarakat.
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Probolinggo, Gus Mochammad Al-Fatih, menegaskan bahwa kehadiran DPRD di lapangan merupakan bentuk komitmen dalam mengawal aspirasi warga agar tidak berhenti pada tataran diskusi semata.
“Aspirasi warga yang disampaikan dalam RDP kami tindak lanjuti langsung di lapangan. Meski normalisasi sungai ini menjadi kewenangan pemerintah provinsi, DPRD kabupaten tetap memiliki tanggung jawab untuk memastikan pelaksanaannya tepat sasaran dan benar-benar menjawab persoalan banjir,” ungkap Gus Fatih.
Menurutnya, normalisasi sungai tersebut merupakan langkah awal yang penting untuk mengurangi risiko banjir yang selama ini kerap melanda Dusun Sumber Banger. Ia juga memastikan bahwa proses pengerjaan akan terus dipantau.
“Alat berat sudah mulai beroperasi hari ini. Kami akan terus mengawal apa yang menjadi aspirasi warga Desa Opo-opo, khususnya di Dusun Sumber Banger,” tambahnya.
Diketahui juga, normalisasi sungai akan dilakukan sepanjang kurang lebih 829 meter, mulai dari hulu hingga hilir di Dam Gendingan, Desa Jatiurip, Kecamatan Krejengan. Diharapkan, langkah ini mampu menjadi solusi awal dalam penanganan banjir dan memberikan rasa aman bagi masyarakat sekitar.













