Menu

Mode Gelap
May Day di Kabupaten Probolinggo Penuh Kebersamaan, Buruh Sampaikan Delapan Tuntutan Skandal ASN–PPPK di Probolinggo Meledak, Digerebek Suami di Mal hingga Berujung Adu Fisik Harga Daging Ayam di Probolinggo Melonjak, Warga Kurangi Pembelian Khofifah Siap Temui Buruh di May Day 2026, Tekankan Kolaborasi dan Kesejahteraan Pekerja Mostbet uz: download apk and skachat yuklab Android/IOS app for users from Uzbekistan, kirish login com, reviews, owner’s photo, casino bet, uzb Android online Credit Score Donkey’s Best Gold IRA Companies: A Comprehensive Assessment

Nasional

Harga Emas Dunia Diprediksi Tembus Rekor Baru di Semester II-2025

badge-check


					Harga Emas Dunia Diprediksi Tembus Rekor Baru di Semester II-2025 Perbesar

SUARARAKYATINDO.COM, Jakarta – Harga emas dunia diproyeksikan terus menguat didorong oleh inflasi Amerika Serikat (AS), kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed), serta ketegangan geopolitik global.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan harga emas berpotensi menembus level tertinggi baru pada paruh kedua 2025.

“Dalam semester kedua 2025, saya optimis harga emas dunia bisa mencapai USD 3.850 per troy ounce dan logam mulia di Rp 2.300.000 per gram,” ujar Ibrahim dalam risetnya, Minggu (28/9/2025).

Secara teknikal, perdagangan Jumat lalu ditutup menguat di level USD 3.761,15 per troy ounce. Untuk perdagangan harian, Ibrahim memperkirakan harga emas bergerak di kisaran support USD 3.720,12 hingga resistance USD 3.787,65. Sedangkan untuk sepekan ke depan, harga emas diperkirakan berada di rentang USD 3.711,33 hingga USD 3.814,40.

Menurutnya, pergerakan harga emas internasional ditentukan oleh kombinasi analisis fundamental, teknikal, serta dinamika permintaan dan penawaran global.

Penguatan harga logam mulia juga ditopang oleh rilis data inflasi AS terbaru. Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) untuk Agustus mencatat inflasi naik 0,3 persen secara bulanan dan 2,7 persen secara tahunan, sesuai ekspektasi pasar. Selain itu, data juga menunjukkan pertumbuhan pendapatan pribadi dan belanja konsumen AS di atas perkiraan.

Sebagai catatan, PCE merupakan ukuran inflasi favorit The Fed dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

27 April 2026 - 12:48 WIB

invitation-boxes-with-logo-2 (1)

Koridor Hijau Desa Mulai Dibangun di Grobogan, IPDA Jadi Inisiator Utama

22 April 2026 - 17:38 WIB

Polda Metro Jaya Kantongi Inisial Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Diduga Lebih dari Empat Orang

18 Maret 2026 - 20:24 WIB

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI

14 Maret 2026 - 13:00 WIB

Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Ditahan KPK dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2023–2024

13 Maret 2026 - 13:56 WIB

Trending di Nasional
error: