SUARARAKYATINDO.COM – Sebuah pengajian yang dipimpin oleh Muhammad Iqdam Kholid, atau yang lebih dikenal sebagai Gus Iqdam, tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Pengajian tersebut viral karena dibuka dengan musik DJ, sehingga menuai beragam reaksi dari masyarakat.
Merespons hal ini, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, KH Mutawakkil ‘Alallah, turut memberikan tanggapannya. Ia mengaku telah melihat video yang beredar, meski belum mengetahui secara pasti kronologi kejadiannya.
“Saya sudah melihat videonya, tetapi tidak tahu langsung kejadiannya. Terkait ini ada beberapa kemungkinan, bisa jadi Gus Iqdamnya tidak tahu menahu terkait acara pembukaan dengan musik tersebut, atau mungkin hanya panitia acara yang tahu, atau mungkin juga atas sepengetahuan Gus Iqdam,” ujar Kiai Mutawakkil, Minggu (23/2/2025).
Lebih lanjut, Kiai Mutawakkil menilai bahwa penggunaan musik DJ dalam sebuah pengajian tidaklah pantas.
Meskipun tidak masuk dalam kategori haram, hal tersebut dianggap kurang sesuai dengan nilai-nilai keagamaan dan tradisi yang berlaku di masyarakat.
“Memang dari aspek agama tidak masuk kategori haram, hanya saja tidak wajar, tidak pantas, apalagi jika tujuannya hanya untuk meramaikan suasana,” tegasnya.
MUI Jatim juga mengimbau seluruh majelis pengajian agar lebih memperhatikan norma dan adab sesuai dengan syariat Islam.
Ia menekankan pentingnya menyusun acara pengajian dengan baik dan santun, sesuai dengan budaya umat Islam di Indonesia.
“Ini sekaligus harus menjadi perhatian bagi seluruh panitia Majelis Ta’lim untuk menyusun acara dengan baik dan santun sesuai syariat agama dan budaya umat Islam Indonesia,” tandasnya.
Kontroversi ini pun terus menjadi perbincangan di berbagai platform media sosial. Sebagian warganet mendukung metode pendekatan yang lebih modern dalam berdakwah, sementara yang lain menganggap hal tersebut kurang pantas untuk sebuah pengajian.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Gus Iqdam terkait polemik ini.













