JAKARTA — Kementerian Transmigrasi memanfaatkan ajang pameran Inacraft 2026 sebagai sarana strategis untuk memperluas akses pasar produk unggulan dari kawasan transmigrasi. Melalui keterlibatan langsung pelaku usaha dalam pameran berskala nasional tersebut, kementerian menargetkan produk-produk transmigrasi semakin dikenal dan mampu bersaing di tingkat nasional.
Direktur Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Transmigrasi, Widardjanto, menegaskan bahwa keikutsertaan dalam pameran bukan hanya berorientasi pada penjualan, melainkan sebagai upaya membuka jejaring pasar yang lebih luas. Menurutnya, Inacraft yang digelar pada 4–8 Februari 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, merupakan momentum penting bagi pelaku usaha transmigrasi.
“Produk unggulan dari kawasan transmigrasi memiliki kualitas dan keunikan yang tidak kalah dengan produk daerah lain. Tugas kami adalah memastikan produk-produk tersebut mendapat ruang promosi yang layak agar bisa menjangkau konsumen lebih luas,” ujar Widardjanto, Selasa (3/2/2026).
Dalam pameran tersebut, Kementerian Transmigrasi menampilkan berbagai produk unggulan hasil karya masyarakat transmigran melalui konsep booth tematik. Produk yang ditampilkan mencakup kerajinan, olahan pangan, hingga produk berbasis potensi lokal yang ditata sesuai karakter masing-masing agar lebih menarik dan informatif bagi pengunjung.
Widardjanto menjelaskan, pendekatan ini menjadi bagian dari strategi pemasaran terpadu yang dirancang untuk mempertemukan produsen secara langsung dengan calon pembeli, mitra usaha, dan distributor potensial.
“Dengan keikutsertaan langsung dalam pameran, pelaku usaha tidak hanya menjual produk, tetapi juga belajar memahami selera pasar, kemasan yang diminati, serta bagaimana membangun merek. Ini penting agar usaha mereka bisa berkelanjutan,” katanya.
Selain menampilkan produk, kementerian juga mendorong penguatan identitas produk unggulan kawasan transmigrasi melalui proses kurasi, penyajian visual yang sesuai dengan kebutuhan pasar, serta narasi mengenai asal-usul dan nilai tambah produk. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik sekaligus nilai jual produk di mata konsumen.
Menurut Widardjanto, promosi tersebut sejalan dengan tujuan pembangunan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis potensi lokal.
“Kami ingin produk unggulan dari kawasan transmigrasi tidak hanya dikenal sebagai produk lokal, tetapi menjadi produk unggulan nasional yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, Kementerian Transmigrasi berkomitmen memperluas jejaring promosi dengan melibatkan lebih banyak pelaku usaha transmigrasi dalam berbagai pameran dan forum bisnis guna memperkuat posisi produk unggulan kawasan transmigrasi di pasar nasional.






