SUARARAKYATINDO.COM – Probolinggo, Penemuan jasad seorang mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di pinggir Jalan Raya Purwosari–Pasuruan, tepatnya di depan PT Satoria, Dusun Kauman, Desa Wonorejo, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Selasa pagi (16/12/2025), menyita perhatian publik dan memicu beragam spekulasi.
Korban diketahui bernama Faradila Amalia Najwa (21), warga Dusun Taman, Kelurahan Tiris, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Saat ditemukan sekitar pukul 07.30 WIB, korban tergeletak tak bernyawa di tepi jalan dalam kondisi mengenakan jaket hitam, celana jeans biru, serta helm warna pink yang masih terpasang di kepala.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh dua warga setempat, Rohim (45) dan Suud (55), yang kemudian melaporkannya kepada aparat. Informasi awal diterima Serda Danang, anggota piket Koramil 0819/13 Wonorejo, yang langsung berkoordinasi dengan unsur kepolisian.
Petugas gabungan dari Koramil dan Polsek setempat segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan TKP serta mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat akibat kerumunan warga.
Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke RS Pusdik Brimob Watu Kosek guna menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.
Di tengah proses penyelidikan, beredar kabar di masyarakat yang menyebut korban diduga meninggal akibat tindak kekerasan.
Namun hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait penyebab kematian dan masih melakukan pendalaman kasus.
Menanggapi kejadian tersebut, Ketua DKC Garda Bangsa Kabupaten Probolinggo, Mohammad Badrul Kamal, mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut kasus ini secara transparan, profesional, dan tuntas.
“Karena sudah berkembang isu dugaan pembunuhan, kami meminta kepolisian bekerja serius dan terbuka. Jangan sampai muncul informasi liar yang justru menimbulkan keresahan di masyarakat serta melukai perasaan keluarga korban,” tegas Kamal.
Ia menekankan bahwa kejelasan fakta berbasis penyelidikan ilmiah sangat penting demi memastikan keadilan bagi korban. Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi dari aparat berwenang.
“Kami berharap kasus ini segera terungkap secara terang-benderang. Publik berhak mendapatkan kepastian, dan keluarga korban berhak atas kebenaran,” tandasnya.
Kasus penemuan mayat mahasiswi UMM ini kini menjadi perhatian luas, baik di Pasuruan maupun Probolinggo, sembari menunggu hasil resmi penyelidikan kepolisian.






