Menu

Mode Gelap
Murder Drones Characters Meet the Cast of the Dark Animated Series and Their Roles Knights of Guinevere Episode Guide with Complete Breakdown of Key Moments and Themes The Rise of Sugar Daddy Websites in Adelaide: A new Era Of Relationships Digital Circus Episodes Reviews Highlights and Episode Guides for Viewers Catching Up Episodes A Practical Handbook for Rediscovering Favorite TV Shows Unraveling Lizzy Murder Drone Cases and Practical Safety Guidance for Residents

Ekonomi

Krisis Air Bersih di Tegalsiwalan Probolinggo Makin Parah, Komisi II DPRD Soroti Kinerja PUPR dan PDAM

badge-check


					Mu’ad, Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Komisi II dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)/Suararakyatindo. Perbesar

Mu’ad, Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Komisi II dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)/Suararakyatindo.

Probolinggo – Warga Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, kembali menghadapi krisis air bersih yang semakin memperparah kondisi kehidupan sehari-hari. Ironisnya, wilayah ini berada tak jauh dari aliran Sungai Ronggojalu yang dikenal memiliki potensi sumber air melimpah. Namun, potensi tersebut dinilai belum dikelola secara optimal oleh pemerintah daerah.

Sorotan tajam datang dari Komisi II DPRD Kabupaten Probolinggo. Melalui anggotanya, Mu’ad dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), DPRD Kabupaten Probolinggo, menilai lemahnya pengelolaan sumber daya air oleh dinas teknis menjadi penyebab utama krisis berkepanjangan ini.

“Ini bukan masalah baru. Sudah bertahun-tahun warga Tegalsiwalan menghadapi krisis air, tapi dinas terkait belum menunjukkan langkah nyata yang efektif,” tegas Mu’ad dalam keterangannya, Senin (27/5/2025).

Mu’ad menyebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) belum mampu memanfaatkan potensi Sungai Ronggojalu secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Ia menambahkan, semestinya sudah ada kajian teknis dan solusi konkret untuk mengatasi persoalan distribusi air.

Salah satu persoalan krusial menurut Mu’ad adalah sistem distribusi air yang tidak merata serta minimnya infrastruktur pendukung. Akibatnya, banyak warga harus membeli air bersih dengan harga mahal atau mengandalkan sumur yang kini mulai mengering akibat musim kemarau.

“Kita tidak kekurangan sumber daya alam, tapi pengelolaannya yang belum maksimal. Masyarakat jangan terus menjadi korban dari buruknya tata kelola,” tegasnya.

Komisi II DPRD Kabupaten Probolinggo mendesak agar Dinas PUPR, PDAM, serta instansi terkait lainnya segera melakukan koordinasi dan aksi nyata di lapangan. Menurut Mu’ad, penataan ulang sistem distribusi air bersih menjadi langkah prioritas yang harus segera direalisasikan.

Warga Tegalsiwalan berharap pemerintah daerah dapat segera turun tangan secara serius. Krisis air bersih yang berlangsung bertahun-tahun ini dinilai mencerminkan lemahnya respon dan kurangnya komitmen dalam memberikan layanan dasar bagi masyarakat.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polda Metro Jaya Kantongi Inisial Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Diduga Lebih dari Empat Orang

18 Maret 2026 - 20:24 WIB

Usai Difitnah, Sekjen Organisasi Mahasiswa Laporkan Pelaku ke Polres Metro Jakarta Selatan

29 Januari 2026 - 22:52 WIB

Ormas Lakukan Tindakan Premanisme, ALMA Desak Polisi Usut Pengusiran Nenek di Surabaya

24 Desember 2025 - 23:36 WIB

Temui Puan Maharani, Aspirasi Kiai Kampung Dijanjikan Masuk Agenda Transformasi DPR

5 September 2025 - 17:13 WIB

Harga Emas Diprediksi Tembus Rp 82 Juta per Ounce, Goldman Sachs: Safe Haven Utama Hadapi Gejolak Global

5 September 2025 - 13:56 WIB

Harga Emas Antam Naik Lagi, Tembus Rp 2,29 Juta per Gram pada Jumat 7 November 2025
Trending di Ekonomi
error: