Menu

Mode Gelap
Akses KUR Dinilai Belum Merata, Kaisar Abu Hanifah Soroti Hambatan UMKM Mahasiswa Probolinggo Soroti Mobil Dinas dan Insentif Guru Ngaji, Wali Kota Beri Tanggapan Tegas Exploring Fidelity Gold and Silver IRA: A Comprehensive Guide For Investors The Benefits and Concerns of A Gold Belief IRA Gold IRA Retirement: A Secure Investment on your Golden Years Understanding Sugar Daddy Websites in The UK: A Complete Information

Daerah

Mahasiswa Probolinggo Soroti Mobil Dinas dan Insentif Guru Ngaji, Wali Kota Beri Tanggapan Tegas

badge-check


					Mahasiswa Probolinggo Soroti Mobil Dinas dan Insentif Guru Ngaji, Wali Kota Beri Tanggapan Tegas Perbesar

Mahasiswa Probolinggo Soroti Mobil Dinas dan Insentif Guru Ngaji, Wali Kota Beri Tanggapan Tegas

SUARARAKYATINDO.COM, PROBOLINGGO- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Aliansi BEM Probolinggo Raya menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Pemerintah Kota Probolinggo.

Aksi tersebut ditujukan untuk mengkritisi sejumlah kebijakan pemerintah daerah yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat.

Dalam aksi itu, mahasiswa menyoroti pengadaan mobil dinas baru yang dilakukan di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Selain itu, mereka juga memprotes pemangkasan insentif bagi guru ngaji yang dianggap berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Ketua PC PMII Probolinggo, Dedi Bayuangga, dalam orasinya menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak tepat sasaran.

“Pengadaan mobil dinas di tengah efisiensi anggaran adalah langkah yang kurang tepat. Seharusnya kepentingan masyarakat yang didahulukan. Ini juga menyangkut kesejahteraan guru ngaji dari Rp500 ribu dipangkas menjadi Rp250 ribu. Kami meminta agar dikembalikan,” ujarnya.

Menanggapi tuntutan tersebut, Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, menemui langsung massa aksi, namun menolak menandatangani pakta integritas yang diminta mahasiswa.

Ia menegaskan bahwa langkah perbaikan kebijakan sedang berjalan melalui mekanisme formal pemerintahan.

Aminuddin menjelaskan bahwa sejumlah tuntutan mahasiswa sebenarnya telah masuk dalam prioritas pemerintah kota.

“Seperti BOSDA yang sedang diperbaiki aplikasinya agar tepat sasaran, lalu ada gaji guru ngaji yang saat ini masih dibuat peta yang harus menyesuaikan dengan dana, agar tidak seperti dulu, ada yang menerima Rp800 ribu, ada yang Rp400 ribu, ada yang Rp300 ribu. Jadi akan kami buat merata,” jelasnya.

Terkait polemik kendaraan dinas, ia memastikan persoalan tersebut telah diselesaikan sesuai aturan yang berlaku. Ia juga membuka ruang kritik dari masyarakat.

“Termasuk masalah mobil dinas, itu juga sudah selesai. Jadi jika memang masih belum puas dan akan menggelar demo jilid 2, ya silakan, tidak masalah,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Akses KUR Dinilai Belum Merata, Kaisar Abu Hanifah Soroti Hambatan UMKM

6 Mei 2026 - 11:13 WIB

Akses KUR Dinilai Belum Merata, Kaisar Abu Hanifah Soroti Hambatan UMKM

Wali Kota Absen, Rapat Paripurna LKPJ DPRD Kota Probolinggo Dijadwal Ulang

20 April 2026 - 18:35 WIB

Pemerintah Kota Probolinggo Wajibkan OPD Gunakan Air Mineral Lokal, DPRD Soroti Potensi Keberpihakan

Genggong Go Green ke-7, Gerakan Moral Bersepeda untuk Efisiensi Energi

19 April 2026 - 17:10 WIB

Genggong Go Green ke-7, Gerakan Moral Bersepeda untuk Efisiensi Energi

Ketua PC GP Ansor Kraksaan Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Aksi di Rumah Pribadi

19 April 2026 - 13:28 WIB

Ketua PC GP Ansor Kraksaan Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Aksi di Rumah Pribadi

Abd Wahid Resmi Jadi Sekretaris PC GP Ansor Kraksaan, Tegaskan Dipilih Lewat Pleno Sah

19 April 2026 - 10:53 WIB

Abd Wahid Resmi Jadi Sekretaris PC GP Ansor Kraksaan, Tegaskan Dipilih Lewat Pleno Sah
Trending di Daerah
error: