Menu

Mode Gelap
Saat Rakyat Mengambil Alih Tugas Negara di Kabupaten Probolinggo Pemkot Probolinggo Gelar GPM di KOPI SIAGA, Tekan Lonjakan Harga Bahan Pokok Investing in Gold Coin IRAs: A Safe Path To Wealth Preservation Mostbet uz: download apk and skachat yuklab Android/IOS setup for Uzbekistan, kirish login com, reviews, owner’s photo, casino bet, uzb Android online Best Gold IRA Companies of 2020 Understanding 401k Rollover Gold: A Secure Investment For Retirement

Nasional

Menteri Keuangan Sri Mulyani Bongkar Skema Operasi APBN untuk 80 Ribu Kopdes Merah Putih

badge-check


					Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati Perbesar

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati

Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan rencana penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mendanai pendirian 80 ribu Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Ia menjelaskan bahwa pembiayaan tersebut akan bersumber dari berbagai elemen dalam skema transfer ke daerah dan dana desa (TKDD).

Menurut Sri Mulyani, sejumlah komponen pendanaan yang akan dioptimalkan antara lain Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dan non-fisik, hingga Dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk wilayah tertentu.

“Ini semuanya adalah operasi APBN yang tentu tujuannya adalah pada ujungnya menyejahterakan masyarakat,” tegas Sri Mulyani dikutip pada Jumat, 26 April 2025.

Lebih lanjut, Sri Mulyani mengatakan pihaknya akan mengkaji berbagai kemungkinan dari sumber-sumber pendanaan eksisting.

Termasuk potensi optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) yang dapat dikombinasikan dengan transfer dari pemerintah pusat.

Tak hanya itu, skema lain seperti pemanfaatan pinjaman dari bank-bank milik negara (Himbara) juga tengah dipertimbangkan.

Seluruh mekanisme ini, menurutnya, masih dalam tahap pembahasan bersama kementerian dan lembaga terkait di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.

“Kita meningkatkan identifikasi bagaimana anggaran kalau itu adalah langsung dari public fund atau kalau koperasi ini adalah aktivitas kegiatan ekonomi di tingkat desa, mereka kemudian bisa mengembangkan, sama seperti selama ini sudah ada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),” ujar Sri Mulyani.

Sebagai tambahan, ia menyampaikan bahwa modal awal pendirian koperasi bisa bersumber dari Dana Desa, sebelum koperasi tersebut berkembang mandiri.

“Modal awal bisa berasal dari Dana Desa dan kemudian mereka berkembang. Koperasi ini juga bisa melakukan mulai dari modal awal maupun mereka bisa pinjam,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

27 April 2026 - 12:48 WIB

invitation-boxes-with-logo-2 (1)

Koridor Hijau Desa Mulai Dibangun di Grobogan, IPDA Jadi Inisiator Utama

22 April 2026 - 17:38 WIB

Polda Metro Jaya Kantongi Inisial Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Diduga Lebih dari Empat Orang

18 Maret 2026 - 20:24 WIB

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI

14 Maret 2026 - 13:00 WIB

Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Ditahan KPK dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2023–2024

13 Maret 2026 - 13:56 WIB

Trending di Nasional
error: