Menu

Mode Gelap
Modafinil Buy Online USA: A Case Examine on Accessibility, Usage, And Implications Understanding 401k Rollover To Gold IRA: A Comprehensive Information Wabup Fahmi AHZ Lepas 752 CJH Kloter 1 dan 2, Total Jamaah Probolinggo Capai 1.204 Orang Knights of Guinevere Character Sheets with Hero Profiles and Ability Guides Knights of Guinevere Character Sheets with Hero Profiles and Ability Guides Unraveling Lizzy Murder Drone Cases and Practical Safety Guidance for Residents

Daerah

PC PMII Soroti Kenaikan IPM Probolinggo: Pemerintah Terlalu Bangga, Hasil Belum Maksimal

badge-check


					PC PMII Soroti Kenaikan IPM Probolinggo Perbesar

PC PMII Soroti Kenaikan IPM Probolinggo

SUARARAKYATINDO.COM, PROBOLINGGO — Kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Probolinggo yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mendapat tanggapan kritis dari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Probolinggo. Mereka menilai pemerintah daerah terlalu cepat berpuas diri meski capaian IPM masih berada di bawah rata-rata provinsi.

Dalam laporan resmi BPS Jawa Timur pada 5 November 2025, IPM Kabupaten Probolinggo tercatat sebesar 71,65, atau naik dibanding tahun sebelumnya. Namun, capaian ini menempatkan Probolinggo di peringkat 32 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, masih di bawah Situbondo dan Bondowoso. Sementara rata-rata IPM Jawa Timur sendiri mencapai 76,13.

Ketua II PC PMII Probolinggo, Achmad Syaifuddin atau yang akrab disapa Apod, menilai peningkatan tersebut belum layak dirayakan. Menurutnya, capaian IPM saat ini masih belum memenuhi target RPJMD Kabupaten Probolinggo 2025–2030, yang menargetkan IPM sebesar 71,86 untuk tahun 2025.

“Jangan dianggap sepele, meski hanya kurang 0,21 poin, angka itu mewakili kesejahteraan lebih dari sejuta penduduk. Pemerintah seharusnya malu karena target yang mereka tetapkan sendiri tidak tercapai,” ujar Apod.

Ia menambahkan, tiga indikator utama pembentuk IPM  yaitu umur harapan hidup (UHH), harapan lama sekolah (HLS), dan rata-rata lama sekolah (RLS) memang menunjukkan tren positif. UHH naik dari 73,93 menjadi 74,10 tahun, HLS meningkat dari 12,64 menjadi 12,80 tahun, dan RLS juga naik dari 6,31 menjadi 6,43 tahun. Namun, menurutnya, peningkatan tersebut belum cukup signifikan untuk mengubah posisi daerah secara kompetitif di Jawa Timur.

Lebih lanjut, Apod juga menyoroti inkonsistensi antara penghargaan dan hasil kerja pemerintah daerah. “Pemerintah Kabupaten Probolinggo sering menerima penghargaan, termasuk penyerapan anggaran terbaik di Jawa Timur. Tapi penghargaan itu tidak tercermin dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah daerah tidak sekadar berfokus pada pencitraan dan seremoni, tetapi benar-benar melakukan evaluasi mendalam terhadap capaian pembangunan manusia. “Harus ada keseimbangan antara kerja dan hasil. Jangan sampai pemerintah hanya jadi tong kosong nyaring bunyinya,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wali Kota Absen, Rapat Paripurna LKPJ DPRD Kota Probolinggo Dijadwal Ulang

20 April 2026 - 18:35 WIB

Pemerintah Kota Probolinggo Wajibkan OPD Gunakan Air Mineral Lokal, DPRD Soroti Potensi Keberpihakan

Genggong Go Green ke-7, Gerakan Moral Bersepeda untuk Efisiensi Energi

19 April 2026 - 17:10 WIB

Genggong Go Green ke-7, Gerakan Moral Bersepeda untuk Efisiensi Energi

Ketua PC GP Ansor Kraksaan Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Aksi di Rumah Pribadi

19 April 2026 - 13:28 WIB

Ketua PC GP Ansor Kraksaan Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Aksi di Rumah Pribadi

Abd Wahid Resmi Jadi Sekretaris PC GP Ansor Kraksaan, Tegaskan Dipilih Lewat Pleno Sah

19 April 2026 - 10:53 WIB

Abd Wahid Resmi Jadi Sekretaris PC GP Ansor Kraksaan, Tegaskan Dipilih Lewat Pleno Sah

Komandan Banser Kraksaan Bantah Keterlibatan Organisasi dalam Aksi di Kediaman Ketua GP Ansor

19 April 2026 - 10:48 WIB

Komandan Banser Kraksaan Bantah Keterlibatan Organisasi dalam Aksi di Kediaman Ketua GP Ansor
Trending di Daerah
error: