SUARARAKYATINDO.COM, Probolinggo – Sejumlah desa di Kecamatan Tiris dan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, dilanda krisis air bersih hampir sebulan terakhir. Pasokan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) tidak mengalir ke rumah warga, sehingga masyarakat terpaksa mencari sumber alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Air yang merupakan kebutuhan pokok kini menjadi barang langka. Warga harus membeli air galon, mengambil air dari sungai, atau mendatangi desa lain yang masih memiliki mata air.
Pemerintah desa mengantisipasi dampak sosial dengan berkoordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo. BPBD telah menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah dusun terdampak.
“Dropping air bersih memang belum mencukupi, tetapi setidaknya bisa sedikit meringankan beban masyarakat,” ujar Bendahara Desa Rejing, Rusdianto, Senin (29/9/2025).
Ishaq, warga Desa Rejing, mengaku kecewa karena penanganan dinilai lamban. “Pemeliharaan yang kurang sigap membuat kondisi ini makin panjang. Kami harus mencari air bersih ke dusun lain. Bantuan memang ada, tapi tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari,” katanya, Minggu (28/9/2025).
Krisis serupa juga dirasakan warga Desa Pedagangan dan Pesawahan di Kecamatan Tiris, serta Desa Liprak Kidul, Liprak Wetan, dan Gunung Geni di Kecamatan Banyuanyar.
Riska, warga Desa Liprak Kidul, mengungkapkan keluarganya kelelahan karena setiap hari harus mengambil air bersih. “Bapak saya sering mengeluh karena harus meninggalkan pekerjaan lain hanya untuk mengambil air,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Wahyudi, warga Desa Liprak Wetan. Ia mengaku terpaksa menghemat air bersih. “Setiap hari harus mengambil air bersih dari sumber mata air terdekat. Melelahkan, sehingga mengurangi waktu untuk beraktivitas lain,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Hubungan Pelanggan PDAM Tirta Argapura Kabupaten Probolinggo, Yudi, menjelaskan bahwa persoalan ini dipicu gangguan teknis pada sistem distribusi. Menurutnya, peralihan dari sistem pompa ke sistem gravitasi terkendala pasca terjadi bencana alam.













